Metode Ceramah (Preaching Methods)

Metode ceramah merupakan suatu cara penyajian bahan pelajaran secara lisan oleh guru. Dalam penyampaiannya, metode ceramah sangat sederhana mulai dari pemberian informasi, klasifikasi, ilustrasi, dan menyimpulkan. Metode yang selalu digunakan dalam pembelajaran klasikal ini, dalam pelaksanaannya hendaknya bervariasi, maksudnya ceramah dilengkapi dengan penggunaan alat dan media serta adanya tambahan dialog interaktif atau diskusi sehingga proses pembelajaran tidak menjenuhkan.

Dalam memberikan ceramah sebaiknya substansi atau materi tersusun secara sistematis dari sederhana, mudah, konkret menuju pada yang lebih kompleks, sukar, dan abstrak. Cara penyampaiannya juga hendaknya tersusun secara sistematis dari pemberian informasi, identifikasi dan klarifikasi masalah, penyajian analisis masalah, stimulus semangat, sampai pemunculan ide baru.

Kegiatan belajar merupakan suatu aktifitas proses mental dalam membentuk proses berpikir dan membentuk kemampuan intelektual yang dimiliki siswa. Siswa mendengarkan guru merupakan suatu proses mental intelektual yang harus dikondisikan untuk selalu aktif. Oleh karena itu mendengarkan penjelasan guru akan memerlukan perhatian atau pemusatan pikiran maupun perasaan terhadap apa yang diinformasikan oleh guru.

Karakteristik metode ceramah adalah :

  • Digunakan apabila proses pembelajaran lebih bersifat pemberian informasi berupa fakta atau konsep-konsep sederhana.
  • Proses pembelajaran secara klasikal dengan jumlah siswa yang relatif banyak.
  • Bersifat monoton, guru lebih banyak berbicara.
  • Memerlukan adanya dukungan yang efektif dari guru seperti suasana emosional yang dapat membangkitkan motivasi dan perhatian dari siswa selama mendengarkan ceramah.

Beberapa kemampuan yang harus dimiliki guru untuk mengoptimalkan keberhasilan dalam menggunakan metode ceramah :

  • Menguasai teknik-teknik ceramah yang dapat membangkitkan minat dan motivasi siswa.
  • Mampu memberikan ilustrasi sesuai dengan bahan pelajaran.
  • Menguasai bahan pelajaran.
  • Menjelaskan pelajaran secara sistematis.
  • Menguasai aktifitas seluruh siswa dalam kelas.

Yang perlu diperhatikan berkaitan dengan kondisi siswa ketika guru menggunakan metode ceramah :

  • Mampu mendengarkan dan mencatat bahan pelajaran yang dijelaskan guru.
  • Memiliki kemampuan awal berhubungan dengan materi yang akan dipelajari.
  • Memiliki suasana emosional yang mendukung untuk memperhatikan pelajaran.
  • Memiliki motivasi untuk mengikuti pelajaran.

Kelebihan metode ceramah :

  • Ekonomis dalam hal biaya dan waktu karena materi pelajaran dapat diatur oleh guru secara langsung dan sangat ditentukan oleh sistem nilai yang dimiliki oleh guru.
  • Jumlah pendengar atau siswa akan lebih banyak, apalagi jika menggunakan sistem pengeras suara.
  • Bahan pelajaran sudah dipilih dan dipersiapkan sehingga memudahkan untuk mengklarifikasi dan mengkaji aspek-aspek bahan pelajaran.
  • Jika sebagian siswa belum menguasai bahan pelejaran, guru akan mudah menugaskan dan memberi rambu-rambu pada siswa yang bersangkutan.

Kelemahan metode ceramah :

  • Sulit bagi siswa yang kurang memiliki kemampuan menyimak dan mencatat yang baik.
  • Kemungkinan menimbulkan verbalisme.
  • Kurang memberikan kesempatan pada siswa untuk berpartisipasi.
  • Peran guru lebih banyak sebagai sumber pelajaran.
  • Materi pelajaran cenderung pada aspek ingatan.
  • Proses pembelajaran ada dalam otoritas guru.
Sumber: Anitah. (2007). Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Kemdiknas

Berbagi itu indah, bagikan ke ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *