Pre test-post test
Pre test adalah salah satu jenis tes yang dilaksanakan pada awal pembelajaran. Materi pre test diambil dari seluruh materi yang akan disampaikan dalam proses pembelajaran. Butir soal pre test dikembangkan untuk mengukur semua tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Hasil pre test belum tentu lebih rendah dari post test, sebab informasi tentang materi pelajaran bisa didapatkan siswa dari banyak sumber seperti TV, koran, majalah internet dan lain-lain sebelum ia mendapatkannya dari sekolah. Dengan demikian sebagian atau seluruh materi yang akan diajarkan oleh guru kemungkinan telah dikuasai siswa. Jika ini terjadi maka tugas guru tinggal menyampaikan materi yang belum dikuasai siswa saja.
Read More
Jenis Penilaian dalam Pembelajaran
Belajar Tematik (Thematic Learning)
Belajar tematik adalah suatu kegiatam belajar terpadu yang dirancang berdasarkan ide pokok (tema), yang mengaitkan beberapa bidang studi dengan tema yang sama sehingga dapat memberikan pengalaman yang bermakna kepada peserta didik. Pappas yang dikutip oleh Anitah (2007) mengatakan bahwa pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang digunakan guru untuk mendorong keaktifan siswa dalam kegiatan yang difokuskan dalam satu topik (tema) yang disenangi siswa. Belajar tematik disajikan secara utuh dan menyeluruh bukan dari bagian-bagian yang terpisah.
Prinsip-prinsip belajar tematik: Read More
Guru SD Ngeblog? Kenapa tidak!
Aku pernah menyarankan pada seorang teman yang seprofesi denganku, seorang guru SD yang lulus PNS tahun 2007 silam begini: “Bu, kalau mau tahu tentang sekolahku, kunjungi saja blog kami. Carilah di internet dengan alamat web http://sdjampalan.blogspot.com!” Tapi jawaban yang diberikannya mengejutkanku. “Wah, sekolah bapak sudah masuk ke internet, tolong carikan sekolah kami ya, Pak!” Mendengar itu aku langsung bertanya kepadanya: “Alamat web Ibu, mana? Dia tidak menjawab, tapi kelihatan bingung. Read More
Langkah Pengembangan Rencana Pembelajaran
1. Analisis Kurikulum
Perangkat mata pelajaran yang diajarkan pada suatu lembaga pendidikan, berisi tentang cakupan bahan ajar yang harus diajarkan pada tingkatan kelas dengan jangka waktu tertentu merupakan kurikulum yang ideal. Dalam pelaksanaannya seorang guru dituntut untuk mengimplementasikan kurikulum ke dalam berbagai bentuk pengalaman belajar siswa. Cara yang dilakukan agar kurikulum tidak menyimpang dari kurikulum yang ideal adalah dengan melakukan analisis kurikulum.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan analisis kurikulum yaitu:
- Alokasi waktu yang tersedia untuk mengajarkan topik-topik utama. Rancangan waktu dapat dirumuskan ke dalam waktu tatap muka dengan siswa, administrasi kelas, dan kegiatan luar kelas. Read More
Jenis- jenis Belajar
Robert M. Gagne yang dikutip oleh Winataputra (2007) mengemukakan 8 jenis belajar. Jenis-jenis belajar tersebut bersifat hierarkis, maksudnya jenis belajar yang pertama merupakan prasyarat bagi berlangsungnya jenis belajar berikutnya.
- Belajar Isyarat (Signal Learning). Belajar melalui isyarat ialah belajar melakukan atau tidak melakukan sesuatu karena adanya tanda atau isyarat. Misalnya seseorang yang menghentikan kendaraan bermotornya ketika lampu isyarat berwarna merah menyala.
- Belajar Stimulus Respon (Simulus Response Learning). Jenis belajar ini ialah memberikan respon yang tepat terhadap rangsangan (stimulus) yang diberikan. Rangsangan ini datangnya dari luar diri individu. Misalnya berlari mencari tempat yang aman saat terjadi gempa bumi. Read More