Guru SD Ngeblog? Kenapa tidak!

Aku pernah menyarankan pada seorang teman yang seprofesi denganku, seorang guru SD yang lulus PNS tahun 2007 silam begini: “Bu, kalau mau tahu tentang sekolahku, kunjungi saja blog kami. Carilah di internet dengan alamat web http://sdjampalan.blogspot.com!” Tapi jawaban yang diberikannya mengejutkanku. “Wah, sekolah bapak sudah masuk ke internet, tolong carikan sekolah kami ya, Pak!” Mendengar itu aku langsung bertanya kepadanya: “Alamat web Ibu, mana? Dia tidak menjawab, tapi kelihatan bingung.

Dari petikan di atas kita sudah bisa menebak bahwa temanku tersebut memang kurang paham tentang dunia maya semacam internet. Dia mengira bahwa apa yang ada di dunia nyata ini langsung ada di dunia maya,
tanpa harus memasukkan atau mengirimkan data dan informasi yang diperlukan ke suatu blog di internet. Pada hal menurut teman-teman yang lain dia termasuk guru yang pintar dan kreatif. Apakah aku atau kita bisa menyalahkan dirinya karena belum memahami hal-hal tentang blog internet? Kalaulah dia tidak paham dikarenakan tidak perduli dengan dunia IT, tentu aku juga setuju dengan anda bahwa itu memang kesalahannya bahkan kesalahan yang berat karena tidak menjalankan tugas sesuai dengan standar kualifikasinya.

Tidak semua guru SD seperti temanku. Itu adalah gambaran kecil sebahagian guru yang kurang perduli dengan dunia IT. Persentase mereka yang demikian itu tidak dapat dipastikan. Mungkin kurang dari 20% atau bisa juga lebih dari 20%. Demikian juga dengan persentase guru yang mengenal atau menguasai IT bisa kurang atau lebih dari 20%. Pada kenyataannya sangat banyak kutemukan blog-blog yang dibuat oleh mereka yang berprofesi sebagai guru dengan konten tentang pendidikan dan informasi yang lain. Tapi umumnya mereka adalah guru SLTP ke atas. Masih dapat dihitung blog-blog yang dikelola oleh guru SD baik blog pribadi maupun blog yang dikelola oleh sekolah. Dan SD yang punya blogpun pada umumnya sekolah elit atau sekolah yang berstandar nasional.

Pemerintah melalui Menteri Pendidikan Nasional mengeluarkan PERMENDIKNAS NOMOR 16 TAHUN 2007 TANGGAL 4 MEI 2007 tentang STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU (nomor urut 24):
Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri

24.1. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi.
24.2. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri.

Kalimat “Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri” memang sederhana. Namun untuk melaksanakannya tidaklah sesederhana itu. Tentu yang diharapkan oleh pemerintah adalah memanfaatkan teknologi informasi secara maksimal yang menurutku sampai pada mencari dan menyediakan informasi pada sebuah blog yang dapat meningkatkan kinerja sesuai dengan profesinya, sehingga guru bukan saja mampu memanfaatkan teknologi informasi saja, tetapi siap mengikuti dan turut andil dalam perkembangan dan kemajuan teknologi informasi itu sendiri. Tentang guru yang kurang mampu dengan IT, tugas pemerintahlah yang harus melatih mereka dengan turut menyertakan sarana dan prasarana yang memadai. Termasuk dalam penyediaan tenaga pelatih, komputer, dan akses internet ke sekolah-sekolah.

Terlepas dari hal-hal diatas, perlukah guru SD ngeblog? Apa yang didapat setelah seorang guru SD memiliki sebuah blog? Apa keuntungan guru yang ngeblog dalam kaitannya dengan dunia pendidikan? Sulit untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Setidaknya aku dapat menjelaskan jawabannyanya sesuai dengan apa yang kudapatkan dan kurasakan setelah aku melakukan aktifitas ngeblog dan mulai mampu membangun sebuah blog walaupun sangat sederhana.

Menurutku guru SD perlu ngeblog karena banyak keuntungan yang diperoleh dari aktivitas ngeblog tersebut. Keuntungan yang sudah kudapatkan antara lain:

  1. Banyak teman di dunia maya tanpa harus kenalan layaknya di dunia nyata
  2. Menjalin persaudaraan dan silaturahmi sesama blogger hingga blogger ‘luar negeri’
  3. Aku yang dulunya malas (karena tak mampu) menulis, kini mulai bisa menuangkan ide ke tulisan walaupun gaya bahasanya ada yang tidak dipahami oleh pembaca.
  4. Bertambahnya pengetahuan tentang blog-internet dan pengetahuan lain di dalam dan luar dunia pendidikan
  5. Berbagi (share) dengan orang yang memiliki ide dan pemikiran yang inovatif dan kreatif
  6. Semakin bersemangat untuk untuk selalu aktif dan kreatif dalam berkarya
  7. Mempermudah tugas-tugas di sekolah terutama dalam menyiapkan bahan ajar
  8. Mampu menyahuti amanat PERMENDIKNAS NO TAHUN 2007 TANGGAL 4 MEI 2007 tentang STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU (khususnya kompetensi profesional nomor urut 24)
  9. Mendapatkan kepuasan tersendiri

Masih banyak keuntungan yang kuperoleh dari ngeblog yang tak mampu kutuangkan melalui tulisan ini. Kepada teman-teman guru siapapun anda, ayo beraktifitas ngeblog! Bangun sebuah blog! Curahkan apa yang menjadi ide dan keahlian anda! Mari berbagi dan jadikan ‘ngeblog’ sebuah budaya yang positif untuk meningkatkan tugas-tugas profesi kita!

8 thoughts on “Guru SD Ngeblog? Kenapa tidak!”

  1. Internet merupakan salah satu media informasi, jadi manfaatkanlah kemajuan teknologi internet untuk saling berbagi informasi. Salam kenal sobat.

  2. @WahyutiWaalaikumsalam, Terima kasih telah sudi berkunjung, Bu. Saya juga pernah mengajukan proposal pembuatan blog sekolah, hanya minta beberapa rupiah untuk akses internet, disetujui, tapi selanjutnya seperti gak perduli. Ibu seorang guru TK yang luar biasa…

  3. Assalamualaikum,
    kunjungan balik nih Pak Isman. Memang memiliki blog itu merupakan keasyikan tersendiri. Saya juga sempat sedih saat proposal pembuatan blog sekolah yang saya ajukan ditolak pihak sekolah. Tapi saya berusaha memahami. Nggak semua orang tertarik pada IT. Apalagi guru TK seperti saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *