Jenis Penilaian dalam Pembelajaran

Pre test-post test
Pre test adalah salah satu jenis tes yang dilaksanakan pada awal pembelajaran. Materi pre test diambil dari seluruh materi yang akan disampaikan dalam proses pembelajaran. Butir soal pre test dikembangkan untuk mengukur semua tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Hasil pre test belum tentu lebih rendah dari post test, sebab informasi tentang materi pelajaran bisa didapatkan siswa dari banyak sumber seperti TV, koran, majalah internet dan lain-lain sebelum ia mendapatkannya dari sekolah. Dengan demikian sebagian atau seluruh materi yang akan diajarkan oleh guru kemungkinan telah dikuasai siswa. Jika ini terjadi maka tugas guru tinggal menyampaikan materi yang belum dikuasai siswa saja.

Post test adalah salah satu jenis tes yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran berakhir untuk mengetahui berhasil atau tidaknya suatu pembelajaran. Pre test dan post test harus mengukur tujuan yang sama, tetapi usahakan agar butir soal dari kedua tes tersebut berbeda.

Tes formatif
Tes formatif adalah salah satu jenis tes yang diberikan kepada siswa yang dilaksanakan setelah menyelesaikan satu unit pembelajaran. Tes ini dilakukan untuk memperbaiki pembelajaran. Hasil tes formatif bukan memberi nilai kepada siswa, tetapi digunakan untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum. Fokus dalam pelaksanaan tes formatif adalah ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, bukan mencari penyebab kesulitan belajar siswa. Mencari sebab kesulitan belajar siswa dapat dilakukan dengan tes diagnostik.

Tes sumatif
Tes sumatif adalah salah satu jenis tes yang dilaksanakan pada akhir pembelajaran dengan maksud untuk mengukur keberhasilan siswa dalam menguasai seluruh tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Butir soal yang dikembangkan pada tes sumatifpun harus dapat mengukur ketercapaian seluruh tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Hasil tes sumatif harus segera diberitahukan kepada siswa yang bersangkutan agar dia tahu tahap penguasaannya dalam bidang studi tertentu. Hasil tes tersebut juga dapat dianalisis oleh guru untuk digunakan sebagai dasar dalam upaya  memperbaiki proses pembelajaran yang akan datang.

Tes seleksi
Tes seleksi adalah salah satu jenis tes yang dilakukan oleh sekolah, perusahaan, atau instasi untuk menyeleksi atau memilih calon yang dapat diterima untuk mengikuti suatu program. Tes seleksi dapat dilaksanakan secara tertulis, wawancara, atau keduanya, dan diadakan jika jumlah peminat yang akan mengikuti program melebihi dari jumlah yang dibutuhkan.
Sekolah, perusahaan, atau instasi yang mengadakan tes seleksi biasanya telah menetapkan kriteria yang harus dipenuhi oleh calon yang akan mengikuti program. Pada tahap awal penyeleksian digunakan Penilaian Acuan Kriteria, dan pada tahap selanjutnya jika peminat banyak yang lolos seleksi hingga melebihi kapasitas yang dibutuhkan maka dilakukan Pendekatan Acuan Norma.

Tes penempatan
Tes penempatan adalah salah satu jenis tes yang biasanya dilakukan sebagai pre test dengan maksud untuk mengetahui kemampuan dan keterampilan yang diperlukan siswa untuk mengikuti suatu program yang selanjutnya menempatkan siswa tersebut sesuai dengan kemampuan dan keterampilannya. Tes penempatan dapat digunakan untuk mengelompokkan siswa dalam satu kelompok yang relatif sama kemampuan dan keterampilannya, sehingga dapat mempermudah guru dalam melaksanakan program agar menjadi lebih efektif dan efisien.

Tes diagnostik
Tes diagnostik adalah salah satu jenis tes yang dilakukan untuk mengetahui penyebab kesulitan yang dialami siswa. Materi tes dikembangkan dari konsep-konsep yang sulit dipahami siswa. Guru harus selalu mendiagnostik kesulitan siswa dalam mempelajari suatu konsep, jika tidak maka pemahaman siswa terhadap suatu konsep akan salah sehingga terjadi miskonsepsi.
Satu hal yang perlu diperhatikan dalam tes diagnostik adalah kesulitan belajar yang dialami antara siswa yang satu dengan siswa yang lain cenderung berbeda, oleh karena itu walaupun tes diagnostik dilakukan secara klasikal penanganan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar harus dilakukan secara perorangan.

Sumber: Suryanto, dkk. (2008). Evaluasi Pembelajaran di SD. Jakarta. Depdiknas

4 thoughts on “Jenis Penilaian dalam Pembelajaran”

  1. Tulisan yang bermamfaat pak.. Salam kenal.
    Marhaban yaa Ramadhan. Semoga amal ibadah puasa tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>