Penilaian dalam Pembelajaran

Ada empat istilah yang sangat erat hubungannya dengan penilaian yaitu: tes, pengukuran, asesmen, dan evaluasi.

1. tes
Tes adalah kegiatan yang dilakukan secara tertulis atau lisan yang berisi seperangkat pertanyaan atau tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang pengetahuan, kemampuan, bakat, dan kepribadian seseorang yang mempunyai ketentuan atau jawaban yang dianggap benar. Jika ada seperangkat pertanyaan atau tugas yang diberikan kepada siswa tetapi tidak ada jawaban yang benar atau salah maka itu bukanlah tes (Zainul dan Nasution yang dikutip oleh Suryanto, 2008). Yang termasuk kelompok tes antara lain tes objektif dan tes uraian. Sedangkan yang bukan termasuk kelompok tes (non-tes) antara lain skala sikap, pedoman wawancara, skala rating, dan pedoman pengamatan.

2. Pengukuran
Keberhasilan suatu program pendidikan hanya dapat diketahui setelah dilakukan pengukuran. Pengukuran adalah kegiatan untuk mendapatkan informasi atau data secara kuantitatif dari objek yang diukur. Salah satu alat ukurnya dinamakan tes dan hasilnya dinamakan skor (hasil pengukuran). Dalam melakukan pengukuran harus diupayakan agar kesalahan pengukuran sekecil mungkin. Untuk itu diperlukan alat ukur (tes) yang dapat menghasilkan pengukuran yang valid dan reliabel.

3. Asesmen
Asesmen merupakan kegiatan untuk mengumpulkan informasi hasil belajar siswa yang diperoleh dengan berbagai jenis tagihan dan mengolah informasi tersebut untuk menilai hasil belajar dan perkembangan belejar siswa. Berbagai jenis tagihan yang digunakan dalam asesmen antara lain: ulangan harian, tugas individu, kuis, tugas kelompok, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, laporan kerja dan lain-lain.

4. Evaluasi
Evaluasi merupakan penilaian keseluruhan program pendidikan mulai perencanaan suatu program substansi pendidikan termasuk kurikulum dan penilaian (asesmen) serta pelak sanaannya, pengadaan dan peningkatan kemampuan guru, manajemen pendidikan, dan reformasi pendidikan secara keseluruhan. Evaluasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas, kinerja, atau produktivitas suatu lembaga dalam melaksanakan programnya.

Dari ke-empat istilah yang telah diuraikan di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Tes merupakan alat ukur untuk menagih hasil belajar siswa.
  • Data hasil belajar siswa merupakan hasil pengukuran.
  • Alat ukur yang digunakan untuk memperoleh informasi belajar siswa dapat berupa tes atau non-tes.
  • Kegiatan mengumpulkan data hasil belajar siswa yang didapat dari beberapa kali tes yang dapat dijadikan sebagai sebuah kesimpulan tentang perkembangan belajar siswa dinamakan asesmen.
  • Untuk melakukan asesmen diperlukan alat ukur, hasil pengukuran, dan penyimpulan data hasil pengukuran.
  • Melihat kembali peran setiap komponen dalam program pembelajaran berdasarkan dari data-data yang diperoleh untuk menilai efektivitas program pembelajaran dinamakan evaluasi.

Lihat gambar hubungan antara tes, pengukuran, asesmen, dan evaluasi di bawah ini.

Sumber: Suryanto, Adi. (2008). Konsep Dasar Penilaian dalam Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas.

2 thoughts on “Penilaian dalam Pembelajaran”

  1. Sejak tahun 2004 kurikulum pendidikan di Indonesia berubah dari kurikulum 1994 yang disempurnakan menjadi kurikulum 2004 atau Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Selanjutnya tahun 2006 berubah menjadi kurikulum KTSP dan berkembang lagi menjadi KTSP Berkarakter. Perubahan kurikulum ini mengakibatkan banyak perubahan dalam dunia pendidikan. Perubahan kurikulum ini menuntut guru dan sekolah untuk memberikan layanan prima dalam dunia pendidikan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>