Fase-fase Perkembangan

Setiap individu berkembang dengan karakteristik tersendiri. Apakah yang dimaksud dengan perkembangan individu? Santok dan Yussen (1992) menyatakan, perkembangan adalah pola gerakan atau perubahan yang dimulai pada saat terjadi pembuahan dan berlangsung terus-menerus selama siklus kehidupan. Pola gerakan atau perubahan itu kompleks karena merupakan hasil dari berbagai proses (biologis, kognitif, dan sosial).

Proses biologis meliputi perubahan fisik individu. Gen warisan orang tua, perkembangan otak, penambahan tinggi dan berat, keterampilan motorik, dan perubahan hormon pada masa puber mencerminkan peranan
proses biologis dalam perkembangan.

Proses kognitif meliputi perubahan yang terjadi pada individu dalam kaitannya dengan pemikiran, kecerdasan dan bahasa. Menghubungkan dua kata menjadi kalimat, Menghafal sebuah puisi, dan memecahkan masalah matematika mencerminkan peranan proses kognitif dalam perkembangan anak.

Proses sosial meliputi perubahan individu yang terjadi dalam hubungannya dengan orang lain, perubahan emosi, dan kepribadian. Senyuman bayi sebagai respon dari sentuhan ibunya, sikap agresif anak laki-lakidengan teman mainnya, dan sikap waspada seorang gadis terhadap lingkungannya mencerminkan peranan proses sosial dalam perkembangan anak.

Perubahan yang terjadi pada perkembangan merupakan hasil dari proses-proses biologis, kognitif, dan sosial. Proses itu terjadi pada perkembangan manusia yang berlangsung pada keseluruhan siklus hidupnya.

Santok dan Yussen membagi tahapan waktu yang dilalui manusia (fase perkembangan) menjadi lima, yaitu:
1. Fase pra natal (masa dalam kandungan)
Fase ini terletak antara masa pembuahan dan masa kelahiran. Pada masa ini terjadi pertumbuhan yang luar biasa dari satu sel menjadi satu organisma yang lengkap dengan otak dan kemampuan berperilaku hanya dalam waktu sembilan bulan.

2. Fase bayi
Fase  perkembangan ini berlangsung dari bayi sampai berumur 18 atau 24 bulan. Masa ini adalah masa yang sangat bergantung kepada orang tua dan pada masa ini pula terjadi perubahan psikologis yang baru misalnya bahasa, motorik/sensorik, dan sosialisasi.

Fase kanak-kanak awal
Fase perkembangan ini berlangsung sejak akhir masa bayi sampai berumur 5 atau 6 tahun. Pada fase ini berkembang keterampilan yang berkaitan dengan kesiapan untuk bersekolah, bermain sendiri atau bersama teman.

Fase kanak-kanak tengah dan akhir
Fase perkembangan ini berlangsung sekitar umur 6 sampai 11 tahun (usia SD). Anak-anak belajar dan menguasai keterampilan dasar menulis, membaca, dan berhitung. Mereka muali memasuki dunia yang lebih luas dan bertambahnya pengendalian diri.

Fase remaja.
Fase perkembangan ini merupakan transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa awal, yang dimulai kira-kira umur 10-12 tahun dan berakhir kira-kira umur 18-24 tahun. Masa ini dinamakan juga masa remaja di mana terjadi perubahan yang sangat cepat. Perubahan ukuran bagian badan, berkembangnya karakteristik seksual seperti membesarnya payudara, tumbuhnya rambut pada bagian tertentu, dan perubahan suara. Pada masa ini dilakukan usaha untuk mandiri dan pencarian jati diri. Pemikirannya lebih logis, abstrak, dan idialis serta banyak waktu dimanfaatkan di luar keluarga.

Para ahli psikologi berpendapat perubahan dan perkembangan tidak berakhir pada fase ini, tetapi merupakan proses yang terjadi sepanjang hayat

3 comments

  1. Angga-Fian says:

    Asik Nice posting……
    Nambah wawasan nhi saya……

  2. ismanpunggul says:

    @jikunAda Mas, selepas fase remaja perkembangan gak berhenti atau berakhir tetapi terus terjadi hingga akhir hayat seseorang.

  3. jikun says:

    emang enggak ada fase dewasa nya pa gan???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>