Keunggulan & Kelehaman Tes Objektif

Untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan perlu dilakukan pengukuran. Alat ukur yang paling banyak digunakan adalah tes. Ada dua jenis tes yang yang biasa digunakan dalam pengukuran yaitu tes objektif dan tes uraian.

Seorang guru yang memilih jenis tes yang akan digunakan seharusnya sudah mempertimbangkan mengapa memilih salah satu jenis tes tersebut. Apakah pilihan itu sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan
diukur? Untuk memilih jenis tes yang tepat guru harus memahami keunggulan dan kelemahan kedua jenis tes tersebut.

1. Keunggulan tes objektif

  • Sesuai untuk mengukur proses berfikir rendah sampai dengan sedang (ingatan, pemahaman, dan penerapan). Tetapi bukan berarti tes ini tidak dapat mengukur proses berfikir tingkat tinggi (Analisis, evaluasi, dan kreasi). Untuk menyusun butir soal yang dapat mengukur proses berfikir tingkat tinggi diperlukan keterampilan khusus.
  • Sebagian besar atau semua materi yang telah diajarkan dapat ditanyakan saat ujian. Dengan demikian sebagian besar atau semua tujuan yang telah ditetapkan dapat diukur ketercapaiannya. Hal ini sulit diwujudkan jika menggunakan tes uraian karena ada kemungkinan semua materi yang telah diajarkan tidak dapat ditanyakan kepada siswa.
  • Pemberian skor untuk hasil ujian siswa dapat dilakukan dengan cepat, tepat,dan konsisten karena jawaban yang benar untuk setiap butir soal sudah jelas dan pasti. Bahkan untuk saat ini komputer sudah dapat digunakan untuk memproses hasil ujian sehingga kecepatan, ketepatan, dan konsistennya dapat lebih terjamin.
  • Khusus pilihan ganda, akan memungkinkan dilakukan analisis soal. Informasi setiap butir soal seperti tingkat kesukaran, daya beda, efektifitas pengecoh, serta realibilitas soal hasil analisis dapat digunakan untuk memperbaiki soal pada ujian mendatang sehingga akan menjadi lebih baik.
  • Khusus pilihan ganda, tingkat kesukaran butir soal dapat dikendalikan. Caranya hanya dengan mengubah homogenitas alternatif jawaban. Semakin homogen alternatif jawaban semakin tinggi tingkat kesukarannya, dan sebaliknya semakin rendah homogen alternatif jawaban maka tingkat kesukaran butir soal akan semakin rendah pula.
  • Jika disusun dengan baik maka tes objektif akan banyak memberikan informasi dari respon yang diberikan siswa. Setiap respon siswa yang diberikan terhadap setiap alternatif jawaban akan memberikan informasi kepada guru tentang penguasaan kognitif siswa terhadap materi yang diujikan.

2. Kelemahan tes objektif

  • Biasanya hanya dapat mengukur proses berfikir rendah. Diperlukan guru yang benar-benar terlatih untuk menyusun butir soal yang dapat mengukur proses berfikir tingkat tinggi.
  • Menyusun pertanyaan tes objektif yang baik lebih sulit dibandingkan dengan menyusun pertanyaan tes uraian. Menyusun tes uraian sebenarnya juga sulit tetapi jika dibandingkan dengan menyusun pertanyaan tes objektif khususnya tes pilihan ganda yang baik jauh lebih sulit. Kesulitannya yaitu saat penulis harus membuat alternatif jawaban yang memenuhi syarat sebagai tes objektif yang baik, misalnya semua alternatif jawaban harus homogen dan pengecoh menarik untuk dipilih.
  • Kemampuan siswa dapat dipengaruhi oleh adanya unsur tebakan. hal ini akan terjadi apabila siswa merasa ragu atau kehabisan waktu untuk mengerjakan soal.
  • Siswa tidak dapat mengorganisasikan, menghubungkan, dan menyatakan idenya sendiri karena semua alternatif jawaban untuk setiap pertanyaan sudah diberikan oleh guru. Dalam hal ini siswa hanya dapat mengingat dan menganalisis ide sipenulis soal (guru)
Sumber: Suryanto, Adi, dkk.(2008). Evaluasi Pembelajaran di SD.Jakarta. Depdiknas.

6 thoughts on “Keunggulan & Kelehaman Tes Objektif”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *