Pandangan Kependidikan

Pengertian pendidikan
Sebenarnya banyak pengertian tentang pendidikan yang diberikan oleh para ahli pendidikan, seperti: John stuart Mill, H horne, John Dewey, Edgar Dale, MJ Longeveld dan lain-lain. Kebanyakan pengertian tersebut tidaklah jauh berbeda karena mempunyai dasar dan prinsip yang hampir tak bertentangan..

Dari berbagai defenisi tentang pendidikan yang diberikan oleh para ahli dapatlah disimpulkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suatu proses pembelajaran agar peserta didik membentuk pribadi yang memiliki keyakinan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, budi pekerti, etika, karakter, dan keterampilan yang berguna bagi dirinya dan masyarakat.
Pada dasarnya yang disebut dengan pendidikan itu adalah pengaruh, bimbingan, dan arahan dari orang yang telah memiliki kepribadian yang matang dan utuh (biasanya dimiliki oleh orang dewasa) kepada orang yang belum dewasa.

Secara teoritis pendidikan akan berakhir setelah anak menjadi dewasa. Sifat yang dimiliki tidak kekanak-kanakan lagi tetapi telah dewasa dalam arti menyeluruh yaitu usianya, pikirannya, perasaannya, kemauannya, dan adanya rasa tanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.

Pada saat ini ada istilah pendidikan sepanjang hayat (life long education), maksudnya setelah seseorang manjadi dewasa (teori pendidikan) akan terus belajar untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan yang dimiliki serta menimba ilmu pengetahuan dan teknologi sebanyak-banyaknya.

2, Proses pendidikan
Proses pendidikan terjadi dari adanya pergaulan (interaksi) antara orang dewasa dan anak didik. Kejadiannya ada yang secara formal, informal, dan nonformal. Orang dewasa mendidik agar anak didik memiliki kepribadian yang diharapkan dan mengajar agar anak didik memiliki keterampilan yang dibutukan. Melalui proses inilah akan terjadi perubahan pada diri anak didik menuju kedewasaanya, sehingga mampu berdiri sendiri dan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya.

3. Perbedaan pendidikan dan pengajaran
Sebenarnya terdapat perbedaan antara pendidikan dengan pengajaran. Perbedaan yang dimaksudkan di sini bukan pada pengertiannya tetapi lebih kepada tujuannya. Tujuan pendidikan adalah untuk membentuk pribadi anak menjadi matang, dewasa, bertanggung jawab, dan mandiri (tidak tergantung orang lain). sedangkan tujuan pengajaran adalah pemberian bekal berupa ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan agar anak memiliki kecerdasan emosi dan intelektual. Bekal inilah nantinya yang akan digunakan setelah anak menjadi dewasa.

4. Aliran pendidikan
Terdapat tiga aliran yang perlu diketahui oleh seorang pendidik, yaitu:

  • Aliran nativisme (pesimisme). Penggagas aliran nativisme adalah Schopenhawer (Jerman). Beliau berpendapat bahwa anak telah memiliki bakat yang dibawanya (pembawaan) dari lahir dan bakat ini mampu membentuk kepribadiannya sendiri tanpa perlu campur tangan lingkungan.
  • Aliran empirisme (optimisme/tabularasa). Penggagas aliran empirisme adalah John Locke (Inggris). Beliau berpendapat bahwa perkembangan anak adalah hasil pengaruh linkungan tempatnya tinggal yang kemudian mampu membentuk kepribadiannya. Anak diibaratkan sebagai lilin atau kertas putih yang bersih. Orang tua dan lingkunganlah yang memberi warna pada kepribadian mereka.
  • Aliran konvergensi. Penggagasnya adalah William Strern (orang Jerman berbangsa Amerika). Menurutnya Kepribadian anak yang terbentuk adalah karena pengaruh bakat dan lingkungan. Dengan kata lain aliran ini merupakan perpaduan antara aliran nativisme dam empirisme.

Berbagi itu indah, bagikan ke ...

2 thoughts on “Pandangan Kependidikan”

  1. ane termasuk aliran empirisme… asli nggak ada bakat sama sekali…. hanya punya bakat "ngerusak"
    bakat alami semua manusia ^^

    boz… award dari saya nggak di pasang…
    pasang dunk…
    btw thx masukan2… soal i*l*n jebakan… emang nggak boleh yah boz?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *