Peran Guru dalam Memotivasi Siswa

Siswa yang tidak siap untuk mengikuti proses pembelajaran tidak akan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Motivasi adalah cara yang dapat dilakukan guru untuk menyiapkan siswa agar siap mengikuti proses pembelajaran yang akan dilasanakan.

Sulitkah memotivasi siswa? Bagi guru yang professional dan memiliki wawasan pendidikan yang luas tentu tidak kesulitan untuk memotivasi siwa. Tapi bagaimana dengan guru yang kurang wawasan seperti aku? Sebenarnya bagi guru yang kurang wawasan seperti akupun, memotivasi siswa itu sangat mudah dilakukan, semudah membalikkan telapak tangan. Masalahnya, apakah siswa termotivasi?

Perlu diketahui bahwa perkembangan seseorang dipengaruhi oleh tiga faktor (menurut para ahli) yaitu: faktor bawaan, faktor lingkungan, dan faktor bawaan & lingkungan. Kuanggap kita sepakat karena kebanyakan para ahli pendidikanpun sependapat bahwa perkembangan seseorang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan faktor lingkungan. Jika peran faktor bawaan sebesar 50% maka faktor lingkungan yang 50 % itu dibagi menjadi tiga lagi yaitu

  • faktor lingkungan keluarga, adalah lingkungan utama yang paling mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan siswa. Suatu keluarga perlu menciptakan lingkungan yang baik untuk menciptakan suasana belajar yang dapat memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan tidak terjadi penyimpangan.
  • faktor lingkungan sekolah, adalah lingkungan siswa tempatnya menimba ilmu melalui sosok yang disebut guru. Di lingkungan ini sebenarnya siswa hanya punya satu tujuan yaitu belajar (berguru) . Jika suasana di lingkungan sekolah tidak kondusif, maka akan sangat sulit untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan oleh guru.
  • faktor lingkungan masyarakat, adalah lingkungan tempat siswa berinteraksi sosial dengan dunianya di luar lingkungan keluarga. Lingkungan masyarakat ini sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan anak.

Siswa dimotivasi oleh guru ketika sedang belajar dan berada di lingkungan sekolah. Seberapa besar pengaruh motivasi guru tersebut jika dibandingkan dengan motivasi yang didapat dari lingkungan keluarga dan masyarakat sekitarnya?. Kalau boleh berandai paling tidak hanya 30% dari 50% (faktor lingkungan) pengaruhnya. Nah bagaimana jika motivasi yang diberikan guru tidak cukup kuat mempengaruhinya? Tentu faktor lingkungan keluarga dan masyarakat akan sangat dominan mempengaruhi diri siswa. Di sinilah diperlukan keahlian seorang guru yang benar-benar profesional. Guru yang mampu memotivasi sehingga dapat memberikan pengaruh yang dominan bagi diri siswa.

Di sisi lain, guru sebagai ujung tombak pendidikan biasanya menjadi kambing hitam di masyarakat (bukan pemerintah) jika siswa yang belajar di sekolah dalam rangka pendidikan tidak berhasil mencapai kompetensi yang diharapkan. Padahal di sekolahpun ada faktor-faktor lain termasuk sarana/prasarana sekolah dan pemerintah yang perannya dalam memotivasi siswa tidak kalah penting.Sayangnya faktor-faktor tersebut kurang diperhitungkan oleh masyarakat.

Ada semacam paradigma yang kudengar berkembang di masyarakat:
Jika siswa pandai/cerdas, maka yang ditanyakan orang adalah: “Anak siapa dia?” Tapi, jika siswa bodoh maka yang ditanyakan orang adalah: “Gurunya siapa sih, kok bodoh banget?” Kasihan para guru jika mendengar seperti apa yang kudengar itu!

16 comments

  1. Isman says:

    @Ary_Putrabetul Gan makasih…

  2. Ary_Putra says:

    Luaar Biasaa artikel yg sangat bgs buat di simak. memang seharusnya seorang guru jg turut berperan dalam memotivasi dan penyemangat siswa didiknya agar menjadi siswa yg disiplin, jd seorang guru hrs bisa menjadi contoh yg baik buat siswa

  3. Isman says:

    @Kartika Dewi Ya, emang bener Bu!

  4. Kartika Dewi says:

    Seharusnya guru emang menjadi panutan n contoh yg terbaik buat anak didiknya.

  5. ismanpunggul says:

    @Up VisitorItu yang seharusnya Mas.

  6. Up Visitor says:

    Guru sangat dihormati
    Peran guru entah itu guru umum, agama, olahraga dan sebagainya pantas diberi penghargaan.

  7. guru dapat menjadi contoh untuk anak didiknya…

  8. ismanpunggul says:

    @CahNdesoTerima kasih kometarnya, mas!

  9. ismanpunggul says:

    @Partitur Musik klasikMudah-mudahan ke depannya akan berubah ya..

  10. ismanpunggul says:

    @Rino Safrizalbenar sekali Pak…terima kasih.

  11. CahNdeso says:

    Gu-Ru = digugu lan ditiru, ungkapan bahasa Jawa yang sampai kini masih melekat di hati saya. Seorang guru memang harus didengarkan dan ditiru perilakunya. "Guru kencing berdiri, murid kencing berlari", artinya kepandaian seorang murid yang bisa menirukan gurunya akan lebih pinter lagi. Xaxaxa… saya tidak siap menjadi guru di sekolah!

  12. Jika siswa pandai/cerdas, maka yang ditanyakan orang adalah: "Anak siapa dia?" Tapi, jika siswa bodoh maka yang ditanyakan orang adalah: "Gurunya siapa sih, kok bodoh banget?" Kasihan para guru jika mendengar seperti apa yang kudengar itu!

    paradigma tersebut memang susah dihilangkan, orang tua dulu taunya anak itu harus ini itu tanpa dibimbing dari kecil, kalau hasilnya buruk malaah menyalahkan guru

  13. sangat penting untuk selalu mengontrol motivasi dan sikap siswa terhadap pembelajaran agar tujuan dari pendidikan tercapai bukan hanya asupan materi, tp lebih jauh lagi yaitu mental, sikap, dan moral maupun akhlak yang baik.

    jd motivasi dan sikap yg positif menjadi daya dukung untuk mencapai tujuan itu.

  14. Isman says:

    @BRI Jakarta VeteranTerima kasih komentarnya, Pak.

  15. setuju sekali sahabat, Guru memang memegang peranan penting dalam perkembangan anak termasuk memberikan motivasi bagi si-anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>