Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Pendidikan berasal dari kata dasar didik. Didik berarti pelihara, rawat, latih, ajar, tuntun, bimbing, dan pimpin. Mendidik adalah memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik (KBBI)

Siapapun bisa menjadi pendidik jika mereka mampu memelihara, merawat, melatih, mengajar, menuntun, membimbing, dan memimpin. Namun Pendidik yang dimaksud di sini adalah sosok manusia bergelar guru, yang dalam berbagai bidang memiliki kelebihan dan keistimewaan karena telah memiliki kualifikasi sebagai seorang pendidik. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, guru dibantu/didukung oleh tenaga kependidikan. Yaitu orang-orang yang mempunyai andil cukup besar dalam bidang pendidikan, tetapi tidak berdiri di depan kelas (melaksanakan proses pembelajaran) sebagaimana yang dilakukan seorang guru.

Menurut BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan), pendidik meliputi pendidik (guru) pada TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SDLB/SMPLB/SMALB, SMK/MAK, satuan pendidikan Paket A, Paket B dan Paket C, dan pendidik pada lembaga kursus dan pelatihan. Tenaga kependidikan meliputi kepala sekolah/madrasah, pengawas satuan pendidikan, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, teknisi, pengelola kelompok belajar, pamong belajar, dan tenaga kebersihan.

Sudah menjadi ketentuan (pemerintah) yang tak dapat dipungkiri bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kompetensi dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran yang dimiliki guru harus memenuhi standar (ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan).

Kualifikasi akademik yang dimaksudkan di atas adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kompetensi sebagai agen pembelajaran meliputi:

  1. Kompetensi pedagogik;
  2. Kompetensi kepribadian;
  3. Kompetensi profesional; dan
  4. Kompetensi sosial.

Dulu, guru dengan kualifikasi D3 sudah bisa mengajar di SMP sederajat. Guru dengan kualifikasi SPG (SLTA) boleh/dibenarkan berdiri di depan kelas mendidik siswa Sekolah Dasar sederajat. Seiring dengan kebutuhan dan perkembangan zaman akhirnya pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Semuanya berubah! Dengan terbitnya Undang -Undang ini, pemerintah jelas sangat serius dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dalam rangka mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional.

Tak cukup dengan itu, Pemerintah melalui Menteri Pendidikan Nasional mengeluarkan peraturan yang isinya mengatur/menentukan secara rinci tentang Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Berikut ini, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang berkaitan dengan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan:

  1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah.
  2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.
  3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
  4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah.
  5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 25 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah.
  6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 27 Tahun 2008tentang Standar Kulifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.
  7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 40 Tahun 2009 tentang Standar Penguji pada kursus dan pelatihan.
  8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 41 Tahun 2009 tentang Standar kualifikasi pembimbing pada kursus dan pelatihan.
  9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 42 Tahun 2009 tentang Standar Pengelola Kursus dan Pelatihan.
  10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 43 Tahun 2009 Standar Tenaga administrasi pendidikan pada program Paket A, Paket B, dan Paket C.
  11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Standar Pengelola pendidikan pada Program Paket A, Paket B, dan Paket C.

Untuk mendapatkan salinan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia anda bisa langsung mengunduhnya dengan mengklik tulisan yang ada linknya (anchor text). Semoga bermanfaat!

Sumber : Badan Standar Nasional Pendidikan

29 thoughts on “Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan”

  1. Bicara standarisasi, maka kita harus berkutet pada kualitas empiris dan profesionalisme; Kendati demikian, pendidikan di era ini masih harus didukung oleh piranti teknologi juga!

  2. hahahaha…award apaan tuh mas….hehehehe…gara2 koment mas d cbox. voni dan mega gk jadi tidur siang…hehehee..mas isman paling pandai memancing BaBloglo untuk main k Blog ini…wkwkwk…peace mas…

  3. @BaBlogLoDi mana ada kemauan di situ ada jalan. Apa boleh buat sudah menjadi ketentuan, tuntutan, dan kebutuhan bahwa seorang guru "harus" menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi untuk berkomunikasi dan pembelajaran. Mama Mega beruntung punya anak (Mega) yang menguasai komputer, jadi bisa belajar secara perlahan-lahan. Sebagai motivasi buat Mama Mega, beberapa bulan yang lalu aku juga tidak tahu apa-apa tentang komputer. Baru pertama kubeli aku sudah 4 kali kekedai komputer karena error (sampai aku malu dengan tuan punya kedai). Dengan keinginanku yang pantang menyerah akhirnya aku sedikit bisa menjinakkan komputerku. Dan 1 lagi, apa yang kudapatkan hari ini tentang komputer benar-benar belajar secara otodidak (tanpa pembimbing sama sekali). Sampaikan salamku buat Mama Mega ya, jangan pernah menyerah!

  4. walaupun tidak terlalu mengerti…tapi stidaknya dapat menyimak sedikit…

    pertanyaannys…
    bagaimana dengan pendidik yang pensiunnya tinggal beberapa tahun lagi…
    kalau dilihat2 standar pendidikan mereka dengan guru2 baru sekarang sangat jauh berbeda…
    sebagai contoh…
    guru sekarang di haruskan dapat mengerti dan dapat mengajar di dampingi secara komputerisasi…(memakai laptop atau proyektor)
    nah bagaimana dengan guru2 yang lama atau sudh tua…mereka dulunya tidak pernah mengajar seperti itu…apa lagi disuruh mengajar dengan /sambil mengoperasikan laptop..
    nah apa standar pendidik itu harus seperti itu…
    masalahnya inilah yang terjadi pada mama BaBloglo (mama si mega)…hehehe
    mamanya disuruh make laptop saat mengajar..padahal mama si mega tu gk ngerti gmana pemakaian laptop dengan baik dan benar,,,,dikarenakan dl standar mengajar nya berbeda dengan skrg…
    duh jd bingung,panjang bgt komennya yak…

  5. Salam Isman. Lambat singgah di sini. Minggu ini sekolah adalah di minggu peperiksaan .

    Semasa di Bukit Bendera saya terjumpa sekumpulan pelancong dari Indonesia libur di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>