Mengapa Menggunakan Media Pembelajaran?

Masing-masing media pembelajaran memiliki karakteristiknya tersendiri, oleh karena itu tidak ada media yang dapat digunakan untuk semua keperluan proses pembelajaran. Menentukan dan memilih media mana yang akan digunakan guru, harus disesuaikan dengan kompetensi yang diharapkan, bahan ajar, dan ketersediaan media yang dimaksud.

Guru harus mampu merancang, menentukan, memilih, dan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang sedang dilakukannya. Dalam kaitannya dengan media pembelajaran, guru juga harus mampu memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang tepat untuk menyampaikan materi ajar melalui media yang telah dipilih. Selain dapat mempermudah guru dalam menyampaikan bahan ajar, banyak keuntungan yang diperoleh dari penggunaan alat bantu belajar (media pembelajaran). Read More

Jenis-jenis Media Pembelajaran

Banyak macam dan jenis media pembelajaran. Mulai dari yang paling sederhana, murah, dan mudah didapat hingga media yang paling canggih dan mahal harganya. Ada media yang dapat dibuat sendiri oleh guru, ada yang diproduksi oleh pabrik. Ada media yang sudah tersedia di lingkungan sekitar dan langsung bisa digunakan, ada pula yang secara khusus dirancang dan dibuat sebelum melakukan proses pembelajaran. Dan media pembelajaran tersebut memiliki karakteristiknya masing-masing.

Berdasarkan keadaannnya media dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: Read More

Metode Latihan Keterampilan (Drill Methods)

Metode latihan keterampilan adalah metode mengajar dengan cara memberi latihan kepada siswa secara berulang dan mengajak siswa langsung ke tempat latihan keterampilan untuk melihat dan mengetahui bagaimana cara membuat, cara menggunakannya, apa manfaatnya, apa fungsinya dan sebagainya.

Metode yang terbilang sering digunakan guru terutama pada kelas khusus atau jika ada materi yang akan disampaikan melalui latihan berulang ini bertujuan agar siswa menguasai suatu keterampilan (kebiasaan dan pola) melalui latihan, oleh karena itu penggunaan metode ini menuntut perhatian yang serius dari guru terhadap aktivitas seluruh siswa. Keterampilan yang dimaksud bukan saja tentang fisik (motorik), tetapi menyangkut psikis (kecakapan mental). Read More

Metode Penyelidikan (Inquiry Methods)

Penyelidikan (inquiry) dapat diartikan sebagai memeriksa dengan teliti, mengusut dengan cermat (KBBI). Dalam konteks metode mengajar, inquiry pada dasarnya adalah cara meyadari apa yang telah dialami. Metode ini menuntut siswa aktif dalam kegiatan intelektual (berfikir), memproses pengalaman belajar menjadi sesuatu yang bermakna dalam kehidupan nyata dan dibiasakan untuk produktif, analitis, dan kritis.

Berikut ini adalah defenisi metode inquiry yang dikemukakan oleh beberapa ahli, yaitu:

  1. Metode inquiry adalah metode yang menempatkan siswa sebagai subyek belajar yang aktif dan mampu mengarahkannya untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar (Mulyasa, 2003).
  2. Menurut Suryosubroto (2002) metode inquiry merupakan perluasan dari proses discovery yang digunakan secara lebih mendalam. Ini berarti inqury mengandung proses-proses mental yang lebih tinggi, misalnya merumuskan masalah, merancang eksperimen dan melaksanakan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisa data, menarik kesimpulan, dan sebagainya. Read More

Metode Penemuan (Discovery Methods)

Postingan kali ini masih membahas tentang metode mengajar yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pelajaran di kelas. Metode yang dimaksud adalah metode penemuan (discovery methods).
Ada beberapa konsep tentang metode penemuanĀ (discovery methods) yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain:

  1. Metode discovery adalah metode yang menganggap siswa sebagai subyek sekaligus obyek pembelajaran yang memiliki kemampuan dasar untuk berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya (Rohani, 2004).
  2. Metode discovery merupakan metode yang lebih menekankan pada pengalaman langsung siswa dan lebih mengutamakan proses dari pada hasil belajar (Mulyasa, 2005) . Read More