Jenis-jenis Media Pembelajaran

Banyak macam dan jenis media pembelajaran. Mulai dari yang paling sederhana, murah, dan mudah didapat hingga media yang paling canggih dan mahal harganya. Ada media yang dapat dibuat sendiri oleh guru, ada yang diproduksi oleh pabrik. Ada media yang sudah tersedia di lingkungan sekitar dan langsung bisa digunakan, ada pula yang secara khusus dirancang dan dibuat sebelum melakukan proses pembelajaran. Dan media pembelajaran tersebut memiliki karakteristiknya masing-masing.

Berdasarkan keadaannnya media dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Media sederhana (simple media) yaitu media yang dapat dibuat sendiri oleh guru (hand made) dan biasanya tidak memerlukan arus listrik dalam penyajiannya. Termasuk dalam media sederhana, yaitu gambar diam, grafis, display, dan realita.
  2. Media canggih (sophisticate media) yaitu media yang hanya dapat dibuat di pabrik dan biasanya memerlukan listrik dalam penyajiannya. Termasuk dalam media canggih, yaitu radio, tape, TV, CD, VCD, DVD, proyektor, komputer dan lain-lain.

Rudi Bretz (dalam Rahadi, 2003) mengidentifikasi jenis-jenis media berdasarkan tiga unsur pokok yaitu suara, visual, dan gerak. Dari ketiga unsur tersebut Bretz mengklasifikasikannya ke dalam tujuh kelompok, yaitu:

  1. Media audio
  2. Media cetak
  3. Media Visual diam
  4. Media visual gerak
  5. Media audio semi gerak
  6. Media semi gerak
  7. Media audio visual diam
  8. Media audio visual gerak.

Menurut Heinich and Molenda (dalam Supriatna, 2009) terdapat enam jenis dasar dari media pembelajaran, yaitu:

  1. Teks. Merupakan elemen dasar dalam menyampaikan suatu informasi yang mempunyai berbagai jenis dan bentuk tulisan yang berupaya memberi daya tarik dalam penyampaian informasi.
  2. Media audio. Membantu menyampaikan maklumat dengan lebih berkesan dan membantu meningkatkan daya tarikan terhadap sesuatu persembahan. Jenis audio termasuk suara latar, musik, atau rekaman suara, dan lainnya.
  3. Media visual. Media yang dapat memberikan rangsangan-rangsangan visual seperti gambar/photo, sketsa, diagram, bagan, grafik, kartun, poster, papan buletin, dan lainnya.
  4. Media proyeksi gerak. Termasuk di dalamnya film gerak, film gelang, program TV, video kaset (CD, VCD, atau DVD).
  5. Benda-benda tiruan/miniatur. Termasuk di dalamnya benda-benda tiga dimensi yang dapat disentuh dan diraba oleh siswa. Media ini dibuat untuk mengatasi keterbatasan baik obyek maupun situasi sehingga proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik.
  6. Manusia. Termasuk di dalamnya guru, siswa, atau pakar/ahli di bidang/materi tertentu.

Herry (2007:6.31) menyatakan:

“Ada tiga jenis media pembelajaran yang dapat dikembangkan dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran oleh guru di sekolah, yaitu:

  • Media visual adalah media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indra penglihatan terdiri atas media yang dapat diproyeksikan (projekted visual) dan media yang tidak dapat diproyeksikan (nonprojekted visual).
  • Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan para siswa untuk mempelajari bahan ajar dan jenisnya.
  • Media audio visual merupakan kombinasi dari media audio dan media audio visual atau media pandang dengar”.

Meskipun media pembelajaran banyak ragam dan jenisnya, tidak semua dari media tersebut dapat dan efektif digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Media yang paling sering dan akrab digunakan di hampir setiap sekolah adalah media cetak (buku) dan papan tulis. Semoga bermanfaat!

22 comments

  1. ishal says:

    It's Very Nice :)

  2. @Cucu Hermawan Terima kasih komentnya MasBro!

  3. Ternyata banyak sekali media yang bisa digunakan untuk pembelajaran, jadi para pelajar sudah tidak perlu bosan lagi, karena pembelajaran bisa mengkombinasikan media-media tersebut.

    Salam semangat..

  4. Isman says:

    @arie5758 bener, Mas Bro!

  5. arie5758 says:

    Tapi ya memang pakbro… tidak semua guru bisa memanfaatkan. Juga karena menjelaskan dipapan tulis akan lebih bebas tanpa terpaku materi slide… hehehehe :)

  6. isman says:

    @Bisnis Investasi Betul, Mas! terima kasih..

  7. Isman says:

    @Rino Safrizal Ya! Ketahuan kalau Bapak seorang guru…

  8. Isman says:

    @zona tips sama-sama, Mas!

  9. isman says:

    @ICAH BANJARMASIN Yang bener Mas Icah!

  10. isman says:

    @arie5758 Itu tandanya sudah ada kemajuan, Pak!

  11. ada yang kurang pak "dan tingkat penggunaan"..

  12. Numpang koment koment dikit om,
    Menurut saya, Intinya media pembelajaran akan lebih efektif dan optimal apabila digunakan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat . Mana mungkin seorang guru geografi menerangkan mengenai tata letak suatu negara dengan berkunjung ke negara tersebut (kecuali kalau guru tersebut adalah orang yang berduit itu lain cerita), maka dari itu dibutuhkan apa yang namanya media pembelajaran buku dan yang paling utama ialah teknologi internet. betul ga pak???

  13. SEO Computer says:

    Nice blog sob..

  14. Setuju dengan paragraf terakhir..
    media merupakan pelengkap, karena proses pembelejaran harus bisa mengintegrasikan audio, visual, kinestetika peserta didik biar bisa mengalami langsung proses pembelajaran tersebut.

  15. zona tips says:

    maksih untuk infonya…

  16. Terus terang blog abang ini bikin wawasan aku lebih terbuka rasanya kalau setiap baca artikel abang bikin aku tidak pernah bosan untuk membacanya beberapa kali..abang memang SMART.

  17. arie5758 says:

    Saya sudah pernah dapat materi seperti ini saat mengikuti pelatihan tekhnik presentasi (untuk umum sih bukan untuk guru saja).. jadi memang rata² di sekolah modern khususnya di perkotaan sudah banyak menggunakan tekhnik ini utk mengajar.

    Di almamater saya di STM, skr sudah tidak pakai kapur tulis. semua white board dan tiap kelas praktikum ada slide… jadi pak guru gak perlu menggambar lagi jika mau njelasin daleman mesin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>