Mengapa Menggunakan Media Pembelajaran?

Masing-masing media pembelajaran memiliki karakteristiknya tersendiri, oleh karena itu tidak ada media yang dapat digunakan untuk semua keperluan proses pembelajaran. Menentukan dan memilih media mana yang akan digunakan guru, harus disesuaikan dengan kompetensi yang diharapkan, bahan ajar, dan ketersediaan media yang dimaksud.

Guru harus mampu merancang, menentukan, memilih, dan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang sedang dilakukannya. Dalam kaitannya dengan media pembelajaran, guru juga harus mampu memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang tepat untuk menyampaikan materi ajar melalui media yang telah dipilih. Selain dapat mempermudah guru dalam menyampaikan bahan ajar, banyak keuntungan yang diperoleh dari penggunaan alat bantu belajar (media pembelajaran).
Ada beberapa hal positif mengapa harus menggunakan media pembelajaran (Anitah, 2007), yaitu:

Proses pembelajaran akan berhasil jika siswa turut aktif dalam pembelajaran tersebut. Dengan perkataan lain, siswalah yang menjadi pusat kegiatan (student centered) dalam pembelajaran, bukan guru. Oleh karena itu diperlukan berbagai fasilitas yang digunakan sebagai media pembelajaran agar dapat lebih mengoptimalkan hasil belajar.

Komposisi rata-rata jumlah informasi yang diperoleh seseorang melalui indra dapat dilihat melalui gambar berikut.

Komposisi Perolehan Informasi Melalui Indra

Dari gambar diatas dapat diketahui bahwa pengetahuan seseorang paling banyak diperoleh secara visual (indra penglihatan), sayangnya masih banyak guru yang melakukan pembelajaran secara verbal yaitu dengan mengandalkan indra pendengaran.

Peneliti lain menjelaskan bahwa daya ingat seseorang terhadap sesuatu dipengaruhi oleh dari indra apa saat ia memperolehnya. Grafik di bawah ini menunjukkan hubungan antara jumlah pengetahuan yang dapat diingat dengan jenis rangsangan terhadap indranya.

Hubungan jumlah pengetahuan yang dapat diingat dengan jenis rangsangan terhadap indra manusia

Dari temuan di atas dapat disimpulkan bahwa informasi yang diterima secara auditori (melalui pendengaran) yang paling sedikit tertinggal atau menetap diingatan seseorang (siswa).

Menurut Kemp dan Dayton yang disampaikan oleh Rahadi (2003) terdapat beberapa manfaat dari media pembelajaran yang digunakan guru dalam menyampaikan materi ajar, yaitu:

  1. Materi pelajaran yang disampaikan dapat diseragamkan. Setiap siswa yang melihat atau mendengar uraian materi pelajaran melalui media yang sama akan menerima informasi sama persis dengan yang diterima oleh siswa lainnya. Dengan kata lain, media dapat meminimalisir kesenjangan informasi antar sesama siswa.
  2. Proses pembelajaran lebih jelas dan menarik. Materi pelajaran yang disajikan melalui media menjadi lebih jelas dan menarik, mampu membangkitkan rasa keingintahuan siswa, merangrang aktifitas fisik maupun emosional siswa, dan menjadikan pembelajaran lebih hidup.
  3. Menghemat waktu dan tenaga. Keluhan guru yang selalu kekurangan waktu untuk mencapai target kurikulum tidak akan terjadi jika guru dapat memanfaatkan media secara maksimal. Dan dengan sekali penyajian materi, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran tanpa perlu melakukannya berulang-ulang.
  4. Pembelajaran yang dilakukan akan lebih interaktif. Dengan pemilihan dan perancangan yang baik, media akan membantu guru dan siswa untuk melakukan komunikasi dua arah secara aktif selama proses pembelajaran berlangsung.
  5. Kualitas hasil belajar siswa meningkat. Penggunaan media bukan hanya membuat proses pembelajaran lebih efisien, tetapi dapat membantu siswa menyerap materi pelajaran lebih mendalam dan utuh. Pemahaman siswa menjadi lebih baik dengan kegiatan melihat, menyentuh, merasakan, atau mengalami sendiri melalui media yang disajikan.
  6. Memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara lebih leluasa, kapanpun, dan dimanapun.
  7. Menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar. Melalui media, proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.
  8. Merubah peran guru kearah yang lebih positif dan produktif. Guru bukan lagi menjadi satu-satunya sumber belajar bagi siswa. Seorang guru tidak perlu menjelaskan seluruh materi pelajaran, karena bisa berbagi peran dengan media. Dengan demikian guru akan memiliki waktu untuk memberi perhatian pada aspek-aspek edukatif lainnya.

Selain beberapa manfaat yang diungkapkan oleh Kemp dan Dayton, masih terdapat beberapa manfaat praktis lain dari media pembelajaran, antara lain:

  1. Membuat materi pelajaran yang abstrak menjadi konkrit.
  2. Mengatasi kendala keterbatasan ruang dan waktu.
  3. Membantu mengatasi keterbatasan alat indera manusia.
  4. Mampu menyajikan objek pelajaran berupa benda atau peristiwa langka atau berbahaya ke dalam kelas.
  5. Informasi pelajaran yang disajikan dengan media yang tepat dapat memberikan kesan mendalam dan lebih lama tersimpan pada diri siswa.

Dari banyaknya keuntungan dan manfaat yang diperoleh dengan menggunakan media pembelajaran, maka media pembelajaran harus dijadikan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. Setiap akan menyampaikan materi pelajaran, guru hendaknya merencanakan media mana yang akan digunakan untuk membantu menyampaikan materi tersebut. Semoga bermanfaat!

17 thoughts on “Mengapa Menggunakan Media Pembelajaran?”

  1. Media pembelajaran sangat bermanfaat sekali untuk menggairahkan semangat belajar siswa sehingga berdampak juga terhadap hasil belajar siswa itu sendiri.

    mereka akan terkesima dengan animasi, gambar, maupun cerita apalagi dilengkapi backsound yg bisa meningkatkan kinerja otak sehingga siswa larut dalam pembelajaran tersebut.

  2. Selamat Tahunn Baru . Semoga tahun ini sukses sekali.

    Di Malaysia baru memulakan sesi persekolahan hari ini untuk tahun 2012. Baru tamat bercuti panjang.

  3. Paparan yg cukup lengkap tentang media pengajaran bagi guru (pengajar). Saya sepakat pak-bro, metode pengajaran dg visualisasi (penglihatan) memang lebih mudah ditangkap. Apalagi di era informasi sekarang, para guru/pengajar dituntut utk menyesuaikan diri.

    Selamat taun baru pak-bro dan sukses selalu :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>