Keterampilan Memberi Penguatan (Reinforcement)

Postingan kali ini adalah lanjutan dari 8 dasar keterampilan guru dalam mengajar. Sebelumnya telah dibahas keterampilan dasar mengajar yang pertama yaitu keterampilan bertanya yang dikelompokkan menjadi dua: keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjut.

Keterampilan dasar mengajar yang kedua adalah keterampilan memberi penguatan. Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya banyak kejadian yang dapat disebut sebagai penguatan, misalnya seseorang yang mengucapkan terima kasih setelah menerima atau mendapatkan sesuatu, seseorang yang mendapatkan pujian setelah melakukan sesuatu dengan baik dan benar, atau seseorang yang mendapatkan hadiah atas prestasi yang diperolehnya. Semua penguatan yang diberikan kepada orang lain akan membuat orang lain tersebut merasa senang dan biasanya dengan penguatan yang diberikan itu seseorang akan berbuat yang lebih baik lagi.

Menurut KBBI penguatan merupakan proses, cara, perbuatan menguati atau menguatkan. Hasibuan (1991) mengemukakan: penguatan merupakan respons terhadap tingkah laku yang memungkinkan terulangnya kembali tingkah laku tersebut. Sementara itu menurut Winataputra (2008), penguatan adalah respon yang diberikan oleh guru terhadap prilaku siswa sehingga siswa terdorong untuk mengulangi atau meningkatkan perilaku tersebut.

Dalam kaitannya dengan mengajar, penguatan adalah respons yang diberikan terhadap perilaku atau perbuatan siswa yang dianggap baik dan memungkinkan terulangnya kembali tingkah laku tersebut bahkan lebih meningkat lagi. Atau dengan kata lain, penguatan merupakan segala bentuk respons (verbal/nonverbal) sebagai wujud dari prilaku guru terhadap prilaku siswa dengan tujuan mengoreksi atau memotivasi.

Tujuan dan manfaat memberikan penguatan (Wardani:2007) yaitu:

  • Meningkatkan perhatian siswa untuk mengikuti pembelajaran.
  • Membangkitkan dan memelihara motivasi siswa.
  • Memudahkan siswa untuk belajar.
  • Mengontrol dan memodifikasi tingkah laku siswa.
  • Mendorong munculnya perilaku yang positif.
  • Menumbuhkan rasa percaya diri bagi siswa.
  • Memelihara iklim kelas yang kondusif.

Mengingat besarnya manfaat yang diperoleh dari keterampilan memberi penguatan, seyogyanya seorang guru wajib menguasai keterampilan tersebut agar tujuan pembelajaran secara keseluruhan dapat tercapai secara maksimal.

16 thoughts on “Keterampilan Memberi Penguatan (Reinforcement)”

  1. @Jejak Puisi Aku bukan guru bidang studi Pak, tapi guru kelas yg ngajarkan 5 bdg studi pokok + Seni budaya/keterampilan + Muatan lokal Budi Pekerti. Guru SD Pak (ndeso lagi), hahahahhh

    Salam blogger juga tuk Bapak.

  2. hahahahayyy… baru lagi nih y kang. btw, kalo ane sendiri bukan hanya melalui ucapan sj u/ memberikan 'hadiah' kepada siswa2, melainkan dengan bentuk fisik. misalnya buku or diajak jalan2. hehehehee^^. btw, kang isman ini mengajar di bidang apa y?

    salam blogger n sory baru bisa berkunjung kembali. happy blogging^^

  3. Memang keterampilan membari penguatan ini diperlukan apalagi sebagai pendidik. Jika penguatan ini dipakai untuk menguatkan atas sesuatu perilaku yang baik, maka akan merangsang seseorang untuk terus melakukannya. Sehingga akan tercipta sebuah motivasi untuk berperilaku lebih baik lagi.

    Teori penguatan ini sering diajarkan di training marketing juga masbro, gunanya untuk membuat customer menjadi loyal dengan kita hehehe…

  4. Penguatan Selain menambah Motivasi siswa dalam perbuatan yang POsitif, juga berguna dalam kehidupan sehari-hari.
    Saya pun bila diberi penguatan oleh orang lain menjadi lebih berharga dan merasa dihargai oleh orang, apalagi siswa,
    Nice share pak guru, Tampilan baru ni pak..!!
    Thanks 4 share..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>