Komponen Keterampilan Bertanya (dasar)

Menurut Wardani (2007), keterampilan bertanya dikelompokkan menjadi dua, yaitu keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjut. Berikut ini akan diuraikan secara singkat tentang keterampilan bertanya dasar.

Keterampilan Bertanya Dasar
Keterampilan bertanya dasar terdiri atas beberapa komponen yang perlu diterapkan oleh guru dalam mengajukan berbagai jenis pertanyaan. Selanjutnya Wardani mengemukakan tentang komponen-komponen keterampilan bertanya dasar, sebagai berikut:

  1. Mengajukan pertanyaan secara jelas dan singkat. Pertanyaan yang jelas dan singkat akan membantu mempermudah siswa dalam memahami pertanyaan yang diajukan. Guru dapat membuat pertanyaan dengan struktur kalimat yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa.
  2. Memberi acuan. Sebelum bertanya guru hendaknya memberikan acuan berupa informasi yang berkaitan dengan isi pertanyaan kepada siswa. Dengan demikian siswa akan dapat menjawab pertanyaan guru setelah mengolah informasi yang diberikan.
  3. Pemusatan pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan guru hendaknya jangan terlalu luas sehingga membutuhkan jawaban yang luas juga. Pertanyaan yang lebih spesifik dan sempit akan menuntut pemusatan perhatian siswa pada hal-hal yang lebih khusus. Jika yang diajukan adalah pertanyaan yang umum maka usahakan diiringi dengan pertanyaan yang lebih spesifik.
  4. Pemindahan giliran. Pertanyaan yang rumit kadang-kadang tidak mampu dijawab oleh seorang siswa secara lengkap. Untuk itu guru perlu memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk melengkapinya. Dengan memindah giliran, siswa akan termotivasi untuk memperhatikan jawaban yang diberikan temannya dan memungkinkan timbulnya interaksi antar siswa.
  5. Penyebaran. Jika memungkinkan dan waktu mencukupi, setiap siswa sebaiknya mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan guru. Tujuan penyebaran pertanyaan hampir sama dengan pemindahan giliran yaitu meningkatkan perhatian dan partisipasi siswa. Bedanya, pada pemindahan giliran pertanyaannya satu tetapi rumit dan dijawab oleh siswa secara bergilir untuk saling melengkapi; sedangkan pada penyebaran masing-masing siswa menjawab pertanyaan yang berbeda.
  6. Memberi waktu berfikir. Dalam mengajukan pertanyaan, guru tidak perlu menunjuk siswa terlebih dahulu. Seyogyanya ajukan pertanyaan, beri waktu kepada siswa untuk berfikir kemudian tentukan atau tunjuk siswa yang akan menjawab pertanyaan itu.
  7. Memberikan tuntunan. Sering terjadi jawaban yang diberikan siswa terhadap pertanyaan guru tidak sesuai harapan (jawaban salah). Jika terjadi hal seperti ini guru jangan menunggu sampai ada siswa yang menjawab dengan benar karena akan menyita waktu pembelajaran. Guru dapat memberikan gambaran yang bisa menuntun siswa secara bertahap sehingga siswa mampu memberikan jawaban sesuai yang diharapkan. Langkah-langkahnya seperti berikut:
  • Mengulang pertanyaan dengan cara lain yang lebih sederhana.
  • Mengajukan pertanyaan yang lebih sederhana dengan lebih jelas.
  • Menjelaskan kembali informasi yang berhubungan dengan pertanyaan.

Dalam proses pembelajaran, tujuan utama pertanyaan yang diajukan guru adalah agar siswa belajar dengan harapan memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berpikirnya, oleh karena itu komponen-komponen keterampilan bertanya dasar di atas seharusnya merupakan keterampilan bertanya yang wajib dikuasai/dimiliki oleh seorang guru. Semoga ada manfaatnya!

18 thoughts on “Komponen Keterampilan Bertanya (dasar)”

  1. iya ni pak, ternyata bertanya tu butuh tekniknya ya. dulu saya ngisi pelatihan, saya kira gampang bertannya, ternyata yang di tannya belum mengerti maksudnya. mungkin karena saya belum tau ilmunya. tapi makasih pak, jadi mengerti ni.

  2. Lumayan nih buat perbendaharaan untuk mengelola audien, tentang keterampilan bertanya. Jika bertanya ada triknya, maka forum akan lebih hidup dan peserta tidak akan mengantuk.. Ulasan yang bagus pakbro :)

  3. dengan mengajukan pertanyaan merangsang siswa bisa lebih berpikir lebih matang. ^^
    ditunggu nih artikel kelanjutannya 'Ketrampilan Bertanya Lanjut'

    salam blogger Pak Guru ^_^

  4. Mantap Pak Isman, selalu mendapat informasi tetang dunia pembelajaran di sini.
    Memang Pak, sebagai seorang guru, tidak hanya bisa mengutarakan pertanyaan, tapi teknik lain yang bisa memberikan motavasi dan waktu berfikir untuk siswa juga wajib untuk dipertimbangkan, jangan sampai anak merasa tidak dihargai atas jawaban/pendapatnya.

  5. hmmm….harus blajar banyak nih dari Pak Guru Isman…..
    btw Pak Guru Isman buka les privat gak???
    saya mau bljar dari Pak Guru….
    hehehehe just kidding ya Pak Guru Isman….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>