Pendekatan Pembelajaran Remedial

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendekatan berarti:

  1. Proses, cara, perbuatan mendekati (hendak berdamai, bersahabat, dan sebagainya).
  2. Usaha dalam rangka aktifitas penelitian untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti, metode untuk mencapai pengertian tentang masalah; acangan.

Pembelajaran (masih menurut KBBI) adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Sedangkan kata remedial berarti berhubungan dengan perbaikan: pengajaran, pengajaran ulang bagi siswa yang hasil belajarnya jelek; atau bersifat menyembuhkan.
Berdasarkan arti kata (menurut KBBI) di atas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran remedial dalam kaitannya dengan proses pembelajaran adalah cara mengajar/tindakan yang dipilih guru dalam rangka membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar atau yang belum berhasil dalam menguasai suatu kemampuan/kompetensi yang diharapkan.

Menurut Warkitri dkk. (dalam Julaiha, 2007) terdapat tiga pendekatan dalam pembelajaran remedial, yaitu pendekatan yang bersifat preventif, kuratif, dan pengembangan. Berikut pembahasannya.

A. Pendekatan yang bersifat preventif
Pendekatan ini ditujukan kepada siswa yang diduga (diperkirakan) akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan suatu program studi tertentu yang akan ditempuhnya. Perkiraan ini digolongkan menjadi :

  1. Siswa yang akan lebih cepat dalam menguasai kompetensi yang telah ditetapkan sesuai waktu yang tersedia.
  2. Siswa yang akan mampu menguasai kompetensi yang telah ditetapkan sesuai dengan waktu yang disediakan (normal).
  3. Siswa yang lambat atau tidak mampu menguasai kompetensi yang telah ditetapkan dengan batas waktu yang tersedia.

Berdasarkan perkiraan tersebut, maka pendekatan pembelajaran remedial dapat dilakukan dalam bentuk:

  • Kelompok belajar homogen.
  • Individual.
  • Kelompok dengan kelas remedial.

Cara untuk mengetahui dugaan/perkiranan tersebut adalah dengan melakukan evaluasi sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan (pretes), kemudian mengelompokkannya sesuai dengan kemampuan siswa.

B. Pendekatan yang bersifat kuratif
Masih menurut Warkitri, pembelajaran remedial dikatakan bersifat kuratif jika pelaksanaannya ditujukan untuk membantu mengatasi kesulitan siswa setelah proses pembelajaran biasa berlangsung. Guru dapat mengetahui dan menentukan siswa yang memerlukan bantuan (remedial) setelah melakukan ujian formatif.
Pendekatan yang bersifat kuratif ini dapat dilakukan dengan cara: 

1. Pengulangan. Pengulangan bisa dilakukan setelah akhir pertemuan atau akhir unit pelajaran (beberapa KD). Pelaksanaannya dapat dilakukan secara:

  • Individual jika yang mengalami kesulitan belajar jumlahnya sedikit (beberapa siswa).
  • Kelompok jika yang mengalami kesulitan belajar jumlahnya banyak (lebih dari 8 siswa)

2. Pengayaan/Pengukuhan. Pengayaan dilakukan jika siswa kurang mampu tetapi secara akademik termasuk berbakat. Caranya antara lain:

  • Pemberian tugas/PR (pekerjaan rumah).
  • Pemberian tugas yang dikerjakan di kelas.

C. Pendekatan yang bersifat pengembangan
Pembelajaran remedial disebut bersifat pengembangan jika pembelajarannya dilaksanakan saat kegiatan pembelajaran biasa berlangsung atau dengan kata lain pendekatan ini dipandang bersifat pengembangan jika dilakukan guru selama proses belajar mengajar biasa berlangsung. Pendekatan ini merupakan bantuan yang diberikan guru secara bertahap kepada siswa agar segera dapat mengatasi kesulitan yang dihadapinya dalam menguasai kompetensi yang telah ditetapkan. Semoga membantu!

17 thoughts on “Pendekatan Pembelajaran Remedial”

  1. pada akhirnya seorang guru yang bekerja keras dg sistemnya sehingga siswa mampu merespon kesempatan belajar yang yang diberikan guru, seberapa banyak seorang siswa merespon kesempatan itu tergantung bagaimana guru memperlakukannya, betul tidaaaak :)

  2. mantap infonya.ini buat masukan untuk saya karena cepat atau lambat saya juga pasti akan menjadi guru sebab jenjang pendidikan yang masih saya tempuh sekarang akan keluar sebagai pendidi.thank's banget informasinya

  3. wahhh…bang isman ini kalo udah bicara pelajaran pastiii saya ngk bisa bilang apa2 nih melawan pak guru isman…hehehe
    semoga tambah semangat dan barokah ilmunya bang isman.

  4. ini sistem pembelajaran terbaru y sob? kebetulan ane juga guru (hehehehe… pe-de mode on) dan sudah gunakan metode ini sejak pertama kali mengajar. lagi pula dengan metode remedial ini, perlahan namun pasti dapat membntu para siswa yg kesulitan menyerap materi pelajaran di jam sekolah

    keren2 artikel di sini. terus posting y sob… ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>