Prinsip Pelaksanaan Pembelajaran Remedial

Proses pelaksanaan pembelajaran remedial pada dasarnya sama dengan proses pembelajaran biasa. Perbedaan yang ketara hanya pada tujuan dan strategi pembelajarannya.

Tujuan pembelajaran remedial lebih diarahkan pada perbaikan/peningkatan prestasi belajar siswa, sehingga paling tidak dapat memenuhi kriteria ketuntasanan minimal (KKM). Strategi pembelajarannya (metode, teknik, materi, progam, bentuk/jenis tugas, dll) lebih ditekankan pada penyesuaian keragaman kondisi umum/khusus, motivasi, minat, aspirasi, pengetahuan, keterampilan dasar/prasarat, sikap kebiasaan, kematangan/kesiapan, dan sebagainya yang dapat dipandang sebagai pengulangan dan percepatan dari proses belajar biasa.

Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran remedial, guru hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran remedial. Di bawah ini akan diuraikan secara singkat beberapa prinsip pelaksanaan pembelajaran remedial yang dikemukakan oleh Suke (dalam Julaiha, 2007).

  1. Memberikan bantuan sesuai dengan keadaan siswa. Jika beberapa siswa mengalami kesulitan yang sama, pembelajaran remedial dapat diberikan secara bersama-sama (berkelompok). Jika kesulitan yang dihadapi siswa berbeda-beda, maka guru memberikan bantuan yang bersifat individual. Jika  kesulitan yang dihadapi siswa sama tetapi penyebabnya berbeda maka guru memberikan bantuan secara individual.
  2. Proporsi bantuan. Jangan memberikan tugas yang terlalu banyak kepada siswa karena tindakan itu tidak akan membantunya tapi malah menjadi beban yang dapat menyulitkan siswa dalam mencapai kompetensi yang belum dikuasainya. Bantuan yang diberikan kepada siswa hendaknya disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan kemampuan yang dialaminya. Untuk dapat melaksanakan hal itu guru harus benar-benar memahami tingkat kesulitan dan kemampuan siswanya agar proporsi pembelajaran remedial yang dilaksanakan sesuai dan tepat dengan kebutuhan siswa.
  3. Pelaksana pembelajaran pemedial. Pelaksanaan pembelajaran remedial tidak harus dilakukan oleh guru semata, tetapi boleh meminta siswa lain yang telah lebih dulu menguasai kompetensi, atau dilaksanakan oleh siswa sendiri.  Untuk itu, dalam menentukan bentuk kegiatan guru harus mempertimbangkan jenis kesulitan yang dialami siswa serta faktor penyebab kesulitan tersebut sehingga dapat mempermudah guru dalam menentukan siapa yang akan melaksanakan kegiatan pembelajaran remedial yang dimaksud.
  4. Pemilihan metode yang sesuai. Penerapan metode pembelajaran remedial disesuaikan pula dengan tingkat kesulitan dan kemampuan siswa. Pilihlah metode yang mampu membangkitkan motivasi belajarnya agar lebih rajin dan giat belajar sehingga mempermudahnya dalam menguasai kompetensi yang belum dikuasainya. Dengan pemilihan dan penerapan metode yang sesuai tersebut diharapkan akan dapat membantu siswa untuk menguasai kompetensi berikutnya.

Itulah uraian singkat empat prinsip pelaksanaan pembelajaran remedial yang dikemukakan oleh seorang ahli pendidikan. Keempat prinsip pembelajaran remedial tersebut hendaknya telah dikuasai guru dan dapat dijadikan pedoman dalam setiap pelaksanaan pembelajaran remedial. Semoga bermanfaat!

5 comments

  1. didin says:

    excelent info, thanks

  2. isman says:

    @Fokus kita thanks, salam kenal kembali…

  3. Fokus kita says:

    nice inpo gan..
    salam kenal ya.. :)
    oiya.. minta follback nya dong..

  4. isman says:

    Remedial umumnya dilaksanakan di luar jam belajar biasa. Di tempat kami remedial dilaksanakan 1 kali dan 2kali jika masih ada siswa yang perlu diremedi. Jika siswa yg diremedi blm mampu juga, apa boleh buat…

    Kalau sudah melakukan refleksi diri, ternyata kesalahan dalam pembelajaran tidak tampak (pembelajaran sudah sesuai); termasuk faktor pendukung dari luar diri siswa (ligkngn sekolah, keluarga), maka penyebab masih adanya siswa yang blm paham adalah dari diri siswa sendiri.

    Jangan putus asa Pak, yang penting tugas telah kita laksanakan dengan baik dan bertanggungjawab. Gak semua yang kita berikan dapat diterima oleh siswa dengan baik yg memiliki beragam karakteristiknya…

    salam blogger kembali.

  5. Jejak Puisi says:

    remedial mang biasany dilakukan setelah jam pulang sekolah coz ane pribadi mang melakukan itu u/ anak didik. tapi yg masih jadi kendala, kenapa masih tetap saja ada siswa yg belum paham juga y pak? bahkan pernah ane ajarkan materi satu bab dalam waktu 2 minggu lebih u/ satu kelas (1 minggu = 4 x jam pelajaran). oh iya, ane mengajar matematika. btw, itu salahnya di mana y pak? pdhl dah diberikan penjelasan dengan sejelas2ny, tapi tetap saja susah.

    salam blogger y pak^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>