Prinsip Penggunaan Keterampilan Memberi Penguatan

Burhus Frederic Skinner menyatakan bahwa penguatan mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses belajar. Untuk itu guru harus memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan dalam memberikan penguatan agar penguatan yang diberikan bisa berfungsi secara efektif. Julaeha dan Wardani (2007), mengemukakan prinsip-prinsip pemberian penguatan berikut:

1. Kehangatan dan keantusiasan
Ada berbagai cara untuk menunjukkan kehangatan dan keantusiasan oleh guru, misalnya dengan wajah yang berseri-seri, senyuman, suara yang riang penuh perhatian, atau apa saja sikap yang dapat menunjukkan kesan bahwa penguatan yang diberikan adalah sungguh-sungguh. Ucapan baik, bagus, kamu pintar sekali, tetapi disampaikan dengan wajah lesu, murung, dan acuh tak acuh tidak akan bermanfaat dan akan menimbulkan kesan negatif bagi siswa.

2. Kebermaknaan
Penguatan yang diberikan guru hendaknya bermakna bagi siswa. Dengan memberikan penguatan yang bermakna, siswa akan menjadi terdorong untuk meningkatkan penampilannya. Jika guru memuji siswa karena melakukan tugasnya dengan baik, maka pujian itu hendaknya benar-benar mampu mendorong siswa untuk menyelesaikan tugasnya lebih baik lagi di masa mendatang.

3. Hindari penggunaan respon negatif
Respon negatif dapat berupa kata-kata kasar, hinaan, cercaan, dan ejekan. Jika kata-kata tersebut diucapkan guru sebagai respon terhadap hasil kerja siswa yang tidak memuaskan maka guru tersebut sebenarnya telah menghancurkan kepribadian siswa bahkan kelas yang dibimbingnya. Yang sebaiknya, jika siswa telah melakukan kesalahan atau tidak menyelesaikan tugas dengan sempurna hendaknya guru tidak meresponnya secara negatif, tetapi memberikan pemahaman kepada siswa untuk menyadari kelemahannya dan siswa menjadi terdorong untuk memperbaikinya.

Selain ketiga prinsip di atas, Julaeha dan Wardani lebih jauh mengemukakan bahwa ada hal-hal lain yang harus diperhatikan oleh guru dalam kaitannya dengan memberikan penguatan, yaitu:

1. Sasaran penguatan
Siapa yang akan diberikan penguatan oleh guru harus jelas, ditujukan kepada individu tertentu, kelompok kecil siswa, atau kepada seluruh siswa.

2. Penguatan harus diberikan dengan segera
Sebaiknya guru tidak menunda dalam memberikan penguatan. Begitu siswa melakukan atau menyelesaikan tugas dengan baik, maka guru segera meresponnya tanpa menunggu-nunggu lagi. Hal ini dimaksudkan agar dampak positif yang diharapkan dari penguatan tidak menurun atau bahkan hilang.

3. Variasi dalam penguatan
Agar dampak penguatan yang diberikan guru cukup baik bagi siswa, maka dalam memberikan penguatan tersebut haruslah dilakukan dengan variasi. Pemberian penguatan yang tidak bervariasi atau yang itu-itu saja, misalnya penguatan verbal dengan kata-kata yang sama: bagus, bagus, bagus akan kehilangan makna dan tidak berarti apa-apa bagi siswa. Guru yang baik akan selalu berusaha mencari variasi baru dalam memberi peguatan.

Berbagi itu indah, bagikan ke ...

9 thoughts on “Prinsip Penggunaan Keterampilan Memberi Penguatan”

  1. Cukup terkejut saat klik link di komentar, kok nyasarnya kemari ya. Baru nyadar ternyata ada yang habis pindahan ini ya…
    Saya doakan blog ini bisa menjadi tempat bacaan bagi guru dan kalangan pendidik, seperti namanya “Guru Kelas”. Pas sekali deh buat pak guru Isman. Sukses terus buat rumah barunya 🙂

  2. Hampir satu minggu tidak melakukan BW ternyata ada perubahan besar – besaran di blognya pak isman, Saya ucapkan selamat pak atas domain barunya semoga tambah sukses dan selalu memberikan ilmu – ilmu terbaru untuk pendidikan di Indonesia. Blognya keren, loading cepat dan sederhana.

    1. Terima kasih Mas Adit. Sebenarnya nyesel jugak ninggalin Blog lama. “Gara-gara edit HTML ismanpunggu.blogspot.com, semua kontennya jadi ganda (autoduplikat), Mas dan gak bisa kuperbaiki lagi. Akhirnya kubulatkan tekad buat yg baru sekalian pindah mesin. Mujur konten yang ku import tidak bermasalah. Tapi, resikonya 0 (nol) kembali”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *