Mengenal Hosting dan Jenisnya

Pada postingan kemaren telah dibahas tentang beberapa domain dan jenisnya, masih tentang domain-hosting maka kali ini akan coba dishare tentang hostingnya pula. Bagi para blogger cerita hosting atau web hosting adalah sesuatu yang sudah basi. Tak apa, anggap saja ini sebagai catatan pribadiku ya.

Apakah hosting itu? Kalau kita rajin googling, akan banyak ditemukan istilah hosting dengan beragam pengertian. Namun dari beragam pengertian itu ada benang merah yang menjadikan pengertian hosting yang dikemukakan itu sebenarya hampir sama dan itu-itu juga.

Pengertian hosting berikut adalah menurutku setelah merangkum pendapat dari mereka yang pernah mengutarakannya. Kalau salah harap maklum, ihihihihi. Hosting adalah tempat/wadah/lokasi penyimpanan halaman/file website pada sebuah server yang dilengkapi dengan software pendukung. Atau bisa dibilang hosting adalah server. Kalau kata hosting ditambah web didepannya (menjadi web hosting) itu berarti hostingnya berupa jaringan atau saling terhubung.

Server hosting biasanya terdiri dari gabungan beberapa server atau satu server yang terhubung dengan jaringan internet yang mempunyai kecepatan tinggi. Bagi penyedia jasa layanan ini maka web hosting kepunyaan mereka harus online 24 jam, untuk bisa diakses kapan saja. Berbeda dengan server untuk e-KTP yang onlinenya tidak harus 24 jam.

Ada 3 jenis hosting yang dapat dipilih oleh pengguna, yaitu:

  • 1. Shared Hosting. Shared hosting adalah server yang digunakan secara bersama sama dengan pengguna lain atau server yang digunakan oleh lebih dari satu pengguna yang berbeda. Dalam satu server di shared hosting tersebut terdapat beberapa account yang dibedakan antara account yang satu dengan lainnya dan dengan username serta password yang berbeda pula. Karena digunakan secara bersama, maka harga sewa shared hosting jadi murah dan tingkat privasi serta performanya kurang baik dibanding hosting jenis lain. Satu lagi kekurangan shared hosting ini adalah aktifitas masing-masing pengguna bisa mempengaruhi pengguna lain, misalnya ada salah satu user melakukan aktifitas website yang besar maka pengguna lain akan kena imbasnya yaitu melambatnya performa website. Kata sobatku Bagollum, pengguna web jenis ini gampang disuspend atau tersuspend halaman websitenya jika kurang berhati-hati. Menurutnya solusi terbaik adalah memakai web hosting jenis kedua (PVS).
  • 2. VPS (Virtual Private Server). VPS (Virtual Private Server) atau dikenal juga dengan Virtual Dedicated Server merupakan proses virtualisasi dari lingkungan software sistem operasi yang digunakan oleh server dan dibagi menjadi beberapa virtual private sever. VPS dilengkapi dengan pengaturan sendiri untuk users, pemrosesan, filesystem, dan sebagainya. Hosting VPS ini masih menggunakan satu server seperti shared hosting namun aktifitas dari satu user tidak mempengaruhi aktifitas user lain jadi tidak terjadi lagi perfoma website melambat gara-gara user lain beraktifitas besar. Tentu saja harga layanan hosting ini lebih mahal dari Shared Hosting.
  • 3. Dedicated Server. Dedicated Server adalah server yang digunakan secara khusus untuk aplikasi yang lebih besar dan tidak bisa dioperasikan dalam shared hosting atau virtual dedicated server. Penyediaan server biasanya ditanggung oleh perusahaan hosting dan digunakan oleh 1 user (atau 1 website, 1 account) saja. Jika server disediakan oleh user tetapi diletakkan di data center penyedia hosting maka istilahnya dinamakan Colocation server (dedicated server milik sendiri). Dipastikan performa dan tingkat privasinya jauh lebih baik, karena server tidak dipakai secara bersama-sama. User bebas mengatur sendiri hostingnya sesuai dengan keinginannya, harganyapun tentu saja lebih mahal.

Saat ini ada ratusan atau mungkin ribuan penyedia jasa layanan web hosting yang disediakan bagi pengguna. Harga sewanya ditentukan oleh lama masa sewa, space, dan bandwidth. Apa pula arti space dan bandwidth? Secara sederhana, space adalah besarnya kapasitas memory yang disediakan pada hosting; bandwidth (transfer rate) adalah besarnya data yang masuk ataupun yang keluar dari aktifitas website selama satu bulan.

Rujukan: Wikipedia

Berbagi itu indah, bagikan ke ...

12 thoughts on “Mengenal Hosting dan Jenisnya”

  1. Nice post. I like the way you start then conclude your thoughts. Thanks for this info. I really appreciate your hard work, keep it up as well as thanks for sharing information with me.

  2. Aku mau tanya ni pak. Kan berhubung blog saya kan blogspot custom domain otomatis tidak menggunakan hosting. Kalau wordpress kan pasti sewa hosting juga. apakah dengan sewa hosting ada yang namanya pembatasan traffik pak?

    Misal kita menyewa dengan paket 100 MB, dengan bandwitch 1 Gb (misal) terus dibatasi hanya 1000 pengunjung per bulan (misal). kalau sudah melewati 1000 pengunjung maka website kita akan down dan ga bisa diakses. Apakah seperti itu pak sistemnya jika kita menggunakan hosting sendiri????

      1. Malah hosting blogger.com OK banget Mas, gak seperti hosting yang disewa-sewakan. Jarang yg benar-benar OK.
        Barusan Aku gak bisa akses blogku lagi, dengan tampilan pesan error database. Mujur hanya beberapa menit saja.

    1. Wah perlu YM-an lagi nih sama supportnya idwebhost, haha.
      Tapi kalau perkiraanku gini Mas:
      Pembatasan traffic “mungkin” gak ada. Tapi karena traffic banyak, tentu bandwidth yang dipakai banyak pula atau mungkin melebihi kapasitas yang disediakan. Nah karena bandwith gak cukup bisa saja blog gak bisa diakses sampai ke-bulan berikutnya karena kapasitas bandwith biasanya berlaku perbulan.

  3. waaah mantep pak infonya…,
    VPS emnk cocok banget buat kita2 yang secara individu ataupun perusahaan menengah kebawah yang baru mulai men-seriusi dunia Web Development, kita sudah seperti mengendalikan PC Server sendiri karena VPS merupakan lingkup kecil dari Dedicated Server, terutama untuk VPS dengan system XEN dan KVM.

    Tapi tentu saja untuk menggunakan VPS tidak semudah Shared Hosting, setidak2nya kita mesti berbekal pemahaman dasar mengenai installasi OS, Linux, Installasi perangkat2 wajib seperti Apache, Mysql, macam2 control panel server dan sebagainya lah.

    hepibloging pak guru….
    😉

    1. Makasih banget masukannya Mas, Tulisan di atas hanya share hasil googling buat nambah postingan yg disampekan dgn gaya sendiri, ihihihihiik. Mas Bagollum ternyata sudah paham betul dengan server dan seluk beluknya. Bagi saya instalasi OS, Linux, dan perangkat semacam Apache, Mysqal…masih merupakan makhluk aneh yang perlu dijinakkan.

      1. Hohohoooo tidak lebih sulit dari njinakin cewe ko’ pak, 😀
        so hanya butuh sedikit waktu saja saya yakin kita semua bisa,.

        Tips ringan sebelum menjinakkan VPS sebaiknya kita mencoba menjinakkan LInux secara perlahan,
        yaaah dengan cara mulailah menggunakan salah satu Distro Linux pada Desktop, Laptop atau netbook pribadi kita. Nanti kan terbiasa juga tuh akhirnya

        Hmmmm sebenernya Server dengan sistem operasi Windows juga sudah populer sih dikalangan tertentu, tapi sudah dipastikan biayanya akan lebih besar daripada Server Linux.

        Btw dibandingkan blog sebelumnya, kayanya gurukelas.com lebih seru dan lebih berpotensi deh, so tetap semangat, terus berkarya dan hepiblogging aja ya pak….
        😉

        1. Ada beberapa teman yang menolak ketika sales PC menawarkan Linux sbg sistem operasi, termasuk saya. Ribet dan terlalu asing, itulah alasannya. Mungkin kedepannya (ntah kapan, haha) baru mulai memakai PC dgn operasi Linux. Terima kasih masukan dan supportnya Mas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *