Merokok dan Etika Seorang Guru

Para dokter dan ahli kesehatan sependapat bahwa merokok bisa membayakan diri dan orang lain yang ada disekitarnya. Saking bahayanya pabrik pengeluar rokokpun sebenarnya telah memberikan peringatan. Peringatan itu ditulis pada kotak bungkus rokok tersebut yang antara lain berbunyi: merokok dapat menyebabkan gangguan fungsi jantung, kanker paru-paru, impotensi, dan gangguan kehamilan/janin. Lalu kenapa pemerintah memberikan izin produksi? (Mungkin) Pajaknya gede dan menyerap total tenaga kerja yang buanyak, Gan!

Banyak guru yang punya kebiasaan merokok. Dan jika sudah kepingin merokok, ada diantara mereka yang akan di mana saja melakukannya tanpa perduli siapa yang sedang berada disekitarnya. Apakah guru tidak menyadari bahaya yang akan ditimbulkan dari kebiasaan merokoknya? Kenapa mereka tidak bisa menghentikan kebiasaan itu? Seperti perokok lain, mereka “merasa” sangat sulit meninggalkan kebiasaan mewahnya itu.  Sampai ada yang bilang mending gak makan dari pada gak merokok!

Merokok merupakan hak masing-masing orang selagi tidak melanggar aturan dan bisa merugikan orang lain. Merokok di tempat atau pusat layanan umum (termasuk sekolah), itukan dilarang. Apa tega seorang guru yang selayaknya digugu dan ditiru melanggarnya?

Apapun alasannya guru wajib memberi teladan yang baik. Bukan hanya mahir menyampaikan bahan ajar dengan berbagai metode yang menarik tetapi harus mampu menunjukkan perilaku yang dapat menjadi contoh teladan bagi siswa. Merokok di depan siswa/kelas merupakan perbuatan kurang etis yang “dianggap” sepele. Tapi akibat dan kesan yang ditimbulkan terhadap perkembangan dan perilaku siswa serta kewibawaan guru sendiri tidak bisa dianggap sepele lho.

Bagaimana mungkin guru memberi nasehat kepada siswanya agar tidak merokok karena bisa membahayakan kesehatan jika yang memberi nasihat adalah seorang perokok?! Hati-hati dengan ungkapan:”Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Gurunya merokok, bisa jadi muridnya mengganja!

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa merokok adalah hak individu selagi tidak mengganggu orang lain yang ada di sekitarnya, maka merokoklah pada tempat yang tidak terlihat oleh siswa. Hindari kebiasaan merokok di depan siswa/kelas. Dengan berbuat demikian mudah-mudahan nasehat Anda kepada siswa agar tidak merokok bisa dipertimbangkan oleh mereka.

Saya tidak bermaksud menyinggung guru manapun tentang kebiasaan merokok di depan siswa/kelas, tetapi jika ada yang tersinggung…syukurlah! Semoga kebiasaan yang kurang etis itu bisa dikoreksi kembali untuk kemudian diperbaiki.

6 comments

  1. […] Termasuk di dalamnya guru, siswa, atau pakar/ahli di bidang/materi […]

  2. Dinneno says:

    Harusnya sih guru gak boleh di kelas pada proses belajar berlangsung. Selain bisa mengganggu para siswa, guru merokok dalam kelas juga secara tidak langsung ikut mengajarkan siswanya merokok.

  3. arie5758 says:

    Memang kalau sudah mencandu rokok, cukup susah untuk berhenti pak Guru. Tapi jika merokoknya tidak pandang tempat, itu sih memang perilakunya yang buruk. Ketika saya dulu masih merokok, bahkan pernah sehari menghabiskan 2 bungkus rokok, sangat menghindari merokok didepan umum. Saya merokok saat sendiri atau ketika sedang berkumpul dg perokok. Tapi ketika berada di terminal, mall dan tempat umum lainnya, saya usahakan tidak menyalakan sebatang rokok pun. Mungkin saya termasuk perkok yg jaim ya… hahahaha…..

    Semua itu bergantung dari niat, kalau mau berusaha berhenti juga pasti bisa. Andai susah untuk berhenti, ya sebisa mungkin untuk menghormati orang lain yg tidak merokok lah. Makanya jika tidak ingin kecanduan, jgn coba² sesuatu yg bikin ketagihan

    • admin says:

      Itu tandanya MasBro perokok budiman, dan untuk bisa kesana memang tergantung niatlah MasBro!

  4. begitulah kalau sudah kecanduan merokok mas. mulut sepet pingin merokok trus, dan jarang merhatiin sekitarnya.

    kalau dolo waktu saya SMP, ada ruang khusus merokok untuk Guru.
    kalau sekarang SMK, ada tempat kusus rokok untuk murid ckckk. kalau ada gerbekan langsung kaboor….

    solusinya ya smoking room mas. kalau nggak kasih sanksi aja kalau merokok depan murid. coz simurid pasti berpikir, Pak xxx boleh ngerokok kok saya nggak boleh ya… pasti ada dibenak murid seperti itu haha.

    Ref : pengalaman

    • admin says:

      Bener Mas! Rokok berbahaya tapi kok tetap diisep oleh guru? Berarti gak bahaya tuh?! Gitulah kira2 yg ada dibenak siswa.
      Makasih dah komeng-komeng ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>