Komponen Keterampilan Dasar Mengajar: Menjelaskan

Untuk postingan “komponen keterampilan menjelaskan” berikut ini, Saya tidak menyertakan sumber bacaan lain sebagai rujukan. Tulisan di bawah merupakan apa yang telah dikemukakan oleh Wardani dan Julaiha (2007:7.55-7.59) terkait dengan komponen keterampilan menjelaskan.

Keterampilan menjelaskan dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu:

  1. Keterampilan merencanakan penjelasan
  2. keterampilan menyampaikan penjelasan

Keberhasilan seorang guru dalam memberikan penjelasan sangat tergantung pada tingkat penguasaannya terhadap kedua jenis komponen keterampilan di atas.

1. Keterampilan Merencanakan Penjelasan
Keterampilan merencanakan penjelasan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

  • Merencanakan isi pesan yang akan disampaikan berupa materi pelajaran
  • Menganalisis karakteristik siswa sebagai penerima pesan

a. Merencanakan isi pesan (materi)
Tahap awal dari proses pembelajaran adalah merencanakan materi yang akan disampaikan. Perencanaan yang matang akan menentukan keberhasilan dari kegiatan pembelajaran. Ada 3 hal penting yang perlu diperhatikan dalam perencanaan ini, yaitu:

  1. Menganalisis masalah yang akan dijelaskan secara keseluruhan, termasuk unsur yang berkaitan dengan masalah itu.
  2. Menetapkan jenis hubungan antara unsur-unsur yang berkaitan tersebut. Jenis hubungan dapat berupa perbedaan, pertentangan, saling menunjang atau hubungan prasyarat.
  3. Menelaah hukum, rumus, prinsip, atau generalisasi yang mungkin digunakan dalam menjelaskan masalah yang ditentukan.

b. Menganalisis karakteristik penerima pesan
Hal yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan penjelasan adalah karakteristik sipenerima pesan (siswa). Kemampuan siswa sebagai sipenerima pesan sangat tergantung dari kemampuan guru dalam menganalisisis karakteristik siswa, kemudian menerapkan hasil analisis tersebut dalam merencanakan dan menyajikan/menyampaikan penjelasan.

Karakteristik siswa yang perlu dianalisis mencakup usia, jenis kelamin, jenjang kemampuan, latar belakang keluarga, dan lingkungan belajar.

Agar dalam merencanakan penjelasan sesuai dengan karakteristik siswa, ada 3 pertanyaan yang bisa dijadikan pegangan oleh guru:

  1. Apakah penjelasan sesuai dengan pertanyaan yang diajukan siswa atau dengan masalah yang dialami siswa?
  2. Apakah penjelasan dapat dengan mudah dipahami oleh siswa berdasarkan pengetahuan yang dimiliki siswa?
  3. Apakah penjelasan sesuai dengan perbendaharaan pengetahuan yang dimiliki siswa pada waktu itu termasuk perbendaharaan bahasa sebagai alat komunikasi yang dikuasai siswa?

2. Keterampilan Menyajikan Penjelasan
Keterampilan menyajikan penjelasan terdiri dari beberapa komponen, yaitu:
a. Kejelasan
Kejelasan suatu penjelasan tergantung dengan beberapa faktor, seperti: kelancaran dan kejelasan ucapan saat berbicara, susunan kalimat yang baik dan benar, penggunaan istilah yang sesuai dengan perbendaharaan bahasa siswa, serta penggunaan waktu “diam sejenak” untuk melihat reaksi siswa terhadap penjelasan yang diberikan. Pembicaraan yang tersendat-sendat, terlalu banyak bunyi yang tidak berfungsi (seperti eee, ah, eh, apa ya?) dan ketidakjelasan ucapan sangat mengganggu suatu penjelasan. Susunan kalimat dengan tata bahasa yang baku akan sangat membantu siswa untuk memahami penjelasan yang diberikan.

b. Penggunaan contoh dan ilustrasi
Konsep yang sulit dan kompleks dapat dipermudah dengan pemberian contoh dan ilustrasi yang diambil dari kehidupan nyata para siswa. Pemberian contoh mutlak perlu dalam penjelasan berbagai hukum dan dalil atau pernyataan umum. Penggunaan kata-kata yang menunjukkan keterkaitan antar konsep, dalil, hukum, dengan contoh-contoh sangat perlu diperhatikan oleh guru.

c. Pemberian tekanan
Dalam memberikan penjelasan perlu memberi penekanan pada “inti” masalah yang dijelaskan dan membatasi diri dalam menyampaikan cerita-cerita sampingan agar penjelasan tidak menjadi panjang lebar. Ada 2 subkomponen terkait dengan pemberian tekanan, yaitu variasi gaya mengajar dan membuat struktur sajian.

  • Variasi gaya mengajar memberi peluang bagi guru untuk mengubah suara ketika mengucapkan butir-butir penting disertai mimik dan gerak yang sesuai.
  • Struktur sajian yang dibuat guru akan membantu siswa memahami arah sajian/penjelasan yang diberikan. Struktur sajian dapat dibuat dalam bentuk ikhtisar, pengulangan, parafrase (menyatakan kembali dengan kalimat lain), serta dengan memberi isyarat lisan seperti pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.

d. Balikan
Selama memberikan penjelasan guru hendaknya meluangkan waktu untuk memeriksa pemahaman siswa dengan mengajukan pertanyaan atau memperhatikan ekspresi wajah siswa setelah mendengarkan penjelasan. Dengan cara seperti itu, guru akan mendapatkan balikan dari penjelasan yang diberikan.

Tingkat pemahaman siswa tidak dapat dipisahkan dari minat dan sikap siswa terhadap hal yang dijelaskan. Hal yang menarik dan dianggap bermanfaat oleh siswa akan lebih mudah dipahami dibanding dengan hal-hal yang membosankan dan dianggap tak bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>