Komponen Keterampilan Dasar Mengajar Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

Seperti halnya dengan keterampilan dasar mengajar yang lain, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil juga memiliki beberapa komponen. Komponen-komponen tersebut sangat perlu untuk dikuasai oleh guru agar kegiatan membimbing diskusi kelompok kecil dapat berjalan secara efektif.

Apa sajakah komponen keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil tersebut? Edi Soegito dan Yuliani Nurani dalam Kemampuan dasar Mengajar, mengemukakan komponen keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, yaitu:

  1. Memusatkan perhatian siswa;
  2. Memperjelas pendapat siswa;
  3. Menganalisis pandangan siswa;
  4. Meningkatkan kontribusi siswa;
  5. Mendistribusikan pandangan siswa; dan
  6. Menutup diskusi.

Hal senada dikemukakan juga oleh Wardani dan Julaiha (2007) dalam Strategi Pembelajaran di SD. Berikut ini adalah komponen keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil dan penjelasan ringkasnya yang telah dikemukakan oleh mereka:

1. Memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topik diskusi
Bisa saja dalam diskusi yang dilakukan menjadi sia-sia karena disebabkan oleh kurang terampilnya pemimpin diskusi dalam memusatkan perhatian. Maka untuk mengantisipasinya perlu dilakukan kegiatan pemusatan perhatian oleh guru dengan cara:

  • Rumuskan tujuan dan topik yang akan dibahas pada awal diskusi
  • Kemukakan dengan tegas masalah-masalah khusus yang dibahas dan nyatakan kembali jika terjadi penyimpangan
  • Catat perubahan atau penyimpangan yang tidak relevan
  • Sebelum ke tahap berikutnya, rangkum hasil pembahasan yang telah disepakati.

2. Memperjelas masalah maupun uraian pendapat/usulan
Kurang jelasnya gagasan/ide yang dikemukakan oleh siswa dapat menyebabkan perdebatan sengit. Dalam hal ini guru perlu memperjelas pendapat yang diajukan siswa agar tidak terjadi salah pengertian. Tujuannya adalah agar semua anggota kelompok mempunyai persepsi/gambaran yang sama terhadap gagasan yang diajukan. Memperjelas pendapat dapat dilakukan dengan:

  • Merangkum usulan tersebut sehingga menjadi jelas
  • Meminta komentar siswa tentang gagasan dengan mengajukan pertanyaan
  • Menguraikan gagasan peserta didik dengan memberikan informasi tambahan atau contoh-contoh yang sesuai.

3. Menganalisis pandangan/pendapat siswa
Di dalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat yang cukup tajam di antara anggota kelompok. Pemimpin diskusi hendaknya mampu menganalisis alasan perbedaan tersebut dengan cara:

  • Meneliti apakah alasan tersebut memang mempunyai dasar yang kuat
  • Memperjelas atau menguraikan inti gagasan tentang hal-hal yang disepakati maupun yang belum disepakati.

4. Meningkatkan urunan/uraian/usulan/pendapat siswa
Manfaat dari berdiskusi adalah melatih siswa untuk berfikir kritis dan berpartisipasi secara aktif. Agar uraian yang diberikan oleh siswa lebih meningkat kualitasnya, guru harus mampu mendorong siswa agar mempertajam uraian/pendapatnya itu. Cara yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengajukan pertanyaan kunci yang dapat menantang siswa untuk berpikir
  • Memberikan contoh-contoh yang sesuai secara tepat (bisa berbentuk verbal maupun nonverbal)
  • Memberikan waktu untuk berpikir tanpa gangguan komentar lain
  • Memberikan dukungan terhadap uraian/usulan pendapat siswa dengan penuh perhatian.

5. Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
Guru perlu mendorong dan menyebarkan kesempatan berpartisipasi agar setiap anggota kelompok mempunyai peran dalam menghasilkan keputusan/kesimpulan dan tidak didominasi atau dimonopoli oleh beberapa orang saja. Cara yang dapat dilakukan guru untuk menyebarkan kesempatan berpartisipasi antara lain:

  • Memancing usulan siswa yang enggan berpartisipasi dengan memberikan pertanyaan secara halus dan bijaksana
  • Mencegah terjadinya pembicaran serentak dengan memberi giliran kepada siswa yang pendiam terlebih dahulu
  • Secara bijaksana mencegah terjadinya memonopoli pembicaraan oleh siswa tertentu
  • Mendorong terjadinya interaksi antarsiswa dengan meminta siswa mengomentari pendapat temannya
  • Jika terjadi kebuntuan, maka guru meminta persetujuan untuk melanjutkan diskusi yang bertitik tolak dari salah satu pendapat siswa.

6. Menutup
Ini adalah komponen terakhir dari keterampilan yang harus dikuasai guru dalam membimbing diskusi kelompok kecil agar tidak terjadi diskusi dengan hasil yang tidak jelas. Cara yang dapat ditempuh antara lain:

  • Bersama-sama membuat rangkuman hasil diskusi
  • Memberi gambaran tentang tindak lanjut hasil diskusi
  • Melakukan penilaian/evaluasi proses maupun hasil diskusi.

 

Urutan komponen keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil di atas telah disesuaikan dengan kemunculannya dalam proses diskusi.

Dengan menguasai dan menerapkan keenam komponen keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil secara tepat dan bermakna, maka diskusi yang dilakukan siswa dibawah bimbingan guru akan menjadi sebuah kegiatan yang menantang, menyenangkan, produktif, dan efektif dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan. Semoga bermanfaat!

 

2 thoughts on “Komponen Keterampilan Dasar Mengajar Membimbing Diskusi Kelompok Kecil”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>