Keterampilan Dasar Mengajar: Mengelola Kelas

Sudah menjadi tugas seorang guru untuk memperhatikan dan menciptakan faktor-faktor yang dapat mendukung berhasilnya kegiatan pembelajaran. Dengan memunculkan/menciptakan faktor yang dapat mendukung proses pembelajaran tersebut, diharapkan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan akan berjalan secara efektif.

Suasana belajar yang optimal dan kondusif adalah salah satu faktor yang dapat mendukung keberhasilan kegiatan pembelajaran. Faktor ini berkaitan erat dengan pengaturan orang dan barang. Guru harus memiliki kemampuan untuk mengatur orang dan barang agar tercipta suasana belajar yang kondusif. Kemampuan mengatur ini selalu digunakan sebagai acuan dalam keterampilan mengelola kelas (classroom management).

Menurut Weber (1977) pengelolaan kelas (classroom management) diklasifikasikan kedalam tiga pengertian, yaitu:

  1. Berdasarkan pendekatan otoriter (autority approach): pengelolaan kelas adalah kegiatan guru untuk mengontrol tingkah laku siswa, guru berperan menciptakan dan memelihara aturan kelas melalui penerapan disiplin secara ketat
  2. Berdasarkan pendekatan permisif (permissive approach): pengelolaan kelas adalah upaya yang dilakukan guru untuk membebaskan siswa dalam melakukan berbagai aktifitas sesuai dengan keinginan mereka. Dalam situasi ini fungsi guru adalah bagaimana menciptakan kondisi siswa merasa aman untuk melakukan aktifitas di dalam kelas.
  3. Berdasarkan pendekatan modifikasi tingkah laku: pengelolaan kelas merupakan proses perubahan tingkah laku dalam rangka mengembangkan dan memfasilitasi perubahan perilaku positif siswa dan berusaha mencegah munculnya atau memperbaiki perilaku negatif yang dilakukan oleh siswa.

Menanggapi pendapat yang dikemukakan Weber di atas, Julaiha dan Wardani (2007) mengemukakan bahwa pendekatan otoriter dan pendekatan permisif dianggap pengelolaan kelas yang tidak efektif karena tidak dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab. Sedangkan pendekatan modifikasi tingkah laku mempunyai keefektifan sendiri walaupun terdapat kelemahannya.

Selanjutnya Julaiha dan Wardani (2007:8.36) menyimpulkan bahwa pengelolaan kelas (classroom management) adalah keterampilan menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, serta keterampilan guru untuk mengembalikan kondisi belajar yang terganggu ke arah kondisi belajar yang optimal. Defenisi ini sesuai dengan Depdikbud (1985g:3) dimana keterampilan mengelola kelas diartikan sebagai keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, dan keterampilan untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal, apabila terdapat gangguan dalam proses belajar baik yang bersifat gangguan kecil dan sementara maupun gangguan yang berkelanjutan.  Kedua defenisi ini menekankan kemampuan guru dalam mencegah terjadinya gangguan sehingga kondisi belajar yang optimal dapat tercipta dan terpelihara, serta menangani gangguan yang muncul sehingga kondisi belajar yang terganggu dapat dikembalikan ke kondisi optimal.

Semua kegiatan yang dilakukan tentu saja mempunyai tujuan tertentu. Demikian juga dengan keterampilan mengelola kelas. Tujuan keterampilan mengelola kelas adalah:
1. Bagi Siswa:

  • Mengembangkan tanggung jawab siswa secara individu.
  • Menyadarkan siswa terhadap tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib.
  • Menumbuhkan rasa percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran.
  • Merasa nyaman mengikuti proses pembelajaran.
  • Agar siswa aktif melibatkan diri dalam tugas.

2. Bagi guru:

  • Merasa nyaman dalam menyampaikan materi pelajaran.
  • Memiliki kesadaran terhadap kebutuhan siswa.
  • Memberi respon secara efektif dan positif terhadap tingkah laku siswa yang menimbulkan gangguan-gangguan kecil pada saat proses pembelajaran.
  • Memahami dan menguasai seperangkat kemungkinan strategi perbaikan berkaitan dengan masalah tingkah laku siswa yang mengarah pada tindakan negatif.
  • Membantu memudahkan dalam mencapai kompetensi yang harus dikuasai siswa.

Itulah defenisi dan tujuan dari keterampilan mengelola kelas yang dilakukan oleh guru. Mengingat pentingnya peranan guru dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan optimal agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif yang pada akhirnya dapat mempermudah siswa dalam menguasai kompetensi yang diharapkan, maka guru harus menguasai dan menerapkan keterampilan mengelola kelas pada setiap proses pembelajaran yang dilakukan. Semoga ada manfaatnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>