Komponen Keterampilan Dasar Mengajar: Mengelola Kelas

Sebelum dibahas lebih lanjut tentang komponen keterampilan mengelola kelas, penting diketahui bahwa dalam proses pembelajaran pada umumnya terjadi dua kegiatan bersamaan (terintegrasi) tetapi berbeda. Menurut Julaeha dan Wardani (2007), kegiatan itu adalah kegiatan pengelolaan dan kegiatan instruksional.

Kegiatan pengelolaan adalah kegiatan yang mempunyai tujuan menciptakan, memelihara atau mengembalikan kondisi yang dapat memungkinkan terjadinya kegiatan pembelajaran yang efektif, misalnya membuat peraturan/tata tertib kelas atau mengembangkan hubungan yang akrab antar warga kelas. Sedangkan kegiatan instruksional adalah kegiatan yang diarahkan untuk membantu siswa menguasai kemampuan (kompetensi) yang diharapkan, misalnya menjelaskan, mendiagnosis kesulitan belajar, dan lain-lain.

Berikut ini adalah bahasan tentang komponen-komponen keterampilan mengelola kelas. Djamarah (2006) mengemukakan bahwa komponen-komponen keterampilan mengelola kelas dibagi menjadi dua bagian, yaitu keterampilan yang yang bersifat preventif berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal, dan keterampilan yang berhubungan dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal.

Secara singkat dapat dijelaskan bahwa menurutnya keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal terdiri dari keterampilan sikap tanggap, membagi perhatian, dan pemusatan perhatian kelompok. Keterampilan sikap tanggap ini dapat dilakukan dengan cara memandang secara seksama, gerakan mendekat, memberi pernyataan, dan memberi reaksi terhadap gangguan dan ketakacuhan. Keterampilan memberi perhatian (membagi perhatian) dapat ditunjukkan secara visual dan verbal. Sedangkan yang termasuk ke dalam pemusatan perhatian kelompok diantaranya memberi tanda, penghentian jawaban, pengarahan dan petunjuk yang jelas, penghentian penguatan, kelancaran dan percepatan.

Hal senada juga dikemukakan oleh Wardani dan Julaeha (2007). Mereka mengemukakan bahwa keterampilan mengelola kelas dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu keterampilan yang bersifat preventif dan keterampilan yang bersifat represif. Berikut ini adalah penjelasan singkatnya.

1. Keterampilan yang Bersifat preventif
Keterampilan ini mencakup kemampuan guru untuk mencegah terjadinya gangguan sehingga dapat tercipta dan terpelihara kondisi belajar yang optimal. Usaha yang dapat dilakukan guru untuk mencegah munculnya gangguan antara lain dengan cara:
a. Menunjukkan sikap tanggap. Sikap tanggap guru terhadap situasi kelas akan memungkinkannya mengetahui dengan cepat adanya perubahan di dalam kelas. Sikap ini dapat ditukjukkan dengan:

  • Memandang secara seksama, untuk melakukan interaksi dengan siswa secara individu maupun kelompok.
  • Gerak mendekati, untuk menunjukkan kesiagaan dan perhatian guru terhadap siswa.
  • Memberikan pernyataan, untuk memulai kegiatan atau memberi respons.
  • Memberikan reaksi terhadap gangguan dan ketakacuhan siswa.

b. Membagi perhatian. Membagi perhatian dapat ditunjukkan dengan cara verbal (misalnya dinyatakan dengan komentar) dan secara visual (misalnya mengalihkan pandangan).

c. Memusatkan perhatian kelompok. Cara yang dapat dilakukan antara lain dengan:

  • Menyiagakan siswa, dengan menciptakan situasi yang menarik/menantang berkaitan tugas yang akan dikerjakan.
  • Menuntut tanggung jawab siswa, untuk menuntut/menagih bukti tugas yang dikerjakan siswa.

d. Memberi petunjuk yang jelas. Petunjuk yang jelas akan membantu kelancaran tugas yang dikerjakan siswa sehingga kondisi belajar dapat dioptimalkan.

e. Menegur siswa. Teguran akan efektif jika tegas dan jelas tertuju kepada siswa tertentu, tidak kasar, tidak menyakitkan, tidak menghina, dan tidak mengejek.

f. Memberi penguatan. Diberikan kepada siswa yang berperilaku baik sehingga dapat dicontoh oleh teman-temannya.

2. Keterampilan yang Bersifat Represif
Keterampilan yang bersifat represif berkaitan dengan kemampuan guru untuk mengatasi gangguan secara berkelanjutan sehingga kondisi kelas kembali optimal. Dalam mengatasi gangguan berkelanjutan, terdapat 3 pendekatan yang dapat diterapkan oleh guru, yaitu:

  • Memodifikasi tingkah laku. Tingkah laku siswa dapat diubah oleh guru melalui penguatan untuk kelakuan siswa yang baik dan melalui hukuman untuk mengurangi menghilangkan kelakuan siswa yang tidak baik.
  • Pengelolaan kelompok. Kelas merupakan kelompok masyarakat kecil oleh karena itu masalah yang muncul di kelas sebaiknya diselesaikan melalui kelompok. Untuk itu guru harus mampu memperlancar tugas-tugas (misalnya mempererat kerja sama, menetapkan aturan kerja) dan memelihara kegiatan kelompok (misalnya menangani konflik, memulihkan semangat siswa).
  • Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah pendekatan, jika tingkah laku yang menyimpang bersumber dari berbagai sebab dan tindakan yang diambil untuk mengidentifikasi penyebab tingkah laku yang menyimpang dianggap luas.

Itulah beberapa komponen keterampilan dasar mengajar mengelola kelas yang dikemukan oleh sekelompok ahli. Guru dapat menentukan, memilih, dan mengembangkan sendiri komponen tersebut yang dianggap terbaik untuk mengoptimalkan kondisi kelas. Semoga bermanfaat!

One single comment

  1. Menarik, sangat Menarik Artikel dan Tipsnya. boleh dicoba. salam sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>