Prinsip Penggunaan Keterampilan Dasar Mengajar Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh guru dalam menerapkan keterampilan dasar mengajar membimbing diskusi kelompok kecil,  baik sebelum ataupun setelah berlangsungnya diskusi. Hal ini perlu agar diskusi yang dilaksanakan dapat berjalan secara efektif.

Hasibuan dalam Suwarna (2006) mengemukakan dua prinsip yang digunakan dalam membimbing diskusi kelompok kecil yaitu:

  1. Diskusi hendaknya berlangsung dalam iklim terbuka. Hal ini ditandai dengan adanya keantusiasan berpartisipasi, kehangatan hubungan antar pribadi, kesediaan menerima dan mengenal lebih jauh topik/masalah diskusi dan kesediaan menghargai pendapat antar anggota kelompok dan pendapat orang lain. Dengan iklim terbuka dalam berdiskusi maka semua anggota kelompok mempunyai keinginan untuk dikenal dan dihargai serta merasa aman dan bebas mengemukakan pendapat.
  2. Diperlukan perencanaan dan persiapan yang matang. Perencanaan dan persiapan tersebut adalah sebagai berikut:
  • Topik permasalahan yang dipilih harus sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, minat, dan kemampuan siswa.
  • Masalah hendaknya mengandung jawaban yang kompleks, bukan jawaban tunggal.
  • Adanya informasi pendahuluan yang berhubungan dengan topik permasalahan tersebut agar para siswa memiliki latar belakang pengetahuan yang sama.
  • Guru harus siap menjadi motivator dan sumber informasi sehingga mampu memberikan penjelasan dan menjawab pertanyaan yang  dapat memotivasi siswa.

Pendapat lainnya dikemukakan oleh Julaiha dan Wardani (2007). Menurut mereka setidaknya terdapat delapan prinsip penggunaan keterampilan dasar membimbing diskusi kelompok kecil yang harus diperhatikan oleh seorang guru. Kedelapan prinsip yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Diskusi dapat dilakukan untuk semua mata pelajaran dalam pembelajaran asalkan para siswa telah memiliki kemampuan untuk mengemukakan ide, mengungkapkan pikiran  dan perasaan secara lisan.
  2. Masalah yang dibahas dan dipecahkan dalam berdiskusi  harus masalah yang memerlukan pendapat dari orang banyak, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, karakteristik dan minat siswa, bermanfaat dan bermakna bagi peningkatan kemampuan berpikir.
  3. Guru hendaknya menyadari bahwa siswa SD masih memerlukan bimbingan/bantuan. Untuk itu guru harus dapat memodelkan fungsi pimpinan diskusi kelompok sehingga secara berangsur-angsur siswa dapat memimpin diskusi sendiri.
  4. Untuk memungkinkan terjadinya sikap saling menghargai, maka diskusi harus berlangsung dalam iklim terbuka yang penuh keakraban.
  5. Guru harus membuat perencanaan dan persiapan yang matang sebelum berdiskusi. Termasuk dalam perencanaan dan persiapan antara lain pemilihan topik, penyiapan informasi awal, penyiapan diri sebagai peminpin diskusi, penetapan anggota kelompok dan pengaturan tempat duduk.
  6. Diskusi kelompok mempunyai kekuatan/keuntungan yaitu kelompok memiliki sumber informasi yang kaya, siswa tidak merasa malu dan bebas berbicara, antara anggota saling memotivasi, dan semua anggota merasa terikat untuk melaksanakan hasil diskusi.
  7. Diskusi kelompok kecil juga mempunyai kelemahan yang dapat menyebabkan tidak tercapainya tujuan diskusi. Kelemahan itu antara lain memerlukan waktu yang banyak, akan semakin memakan waktu jika terjadi hal-hal negatif, dan anggota yang kurang aktif/pendiam akan menjadi frustasi jika diskusi didominasi oleh siswa tertentu saja.
  8. Hal-hal yang perlu dihindari oleh guru:
  • Memilih topik yang tidak sesuai.
  • Mendominasi diskusi dengan berbagai informasi.
  • Membiarkan terjadinya monopoli dan penyimpangan.
  • Tergesa-gesa meminta respon siswa.
  • Tidak memotivasi siswa yang pasif.
  • Tidak memperjelas uraian.

Itulah beberapa prinsip penggunaan keterampilan dasar mengajar dalam membimbing diskusi kelompok kecil yang dikemukakan oleh kelompok ahli. Diharapkan guru dapat memahami, memperhatikan, dan mampu menerapkannya dalam proses pembelajaran. Dengan memahami dan memperhatikan prinsip penggunaanya tersebut maka diskusi akan berjalan efektif dan akhirnya dapat meningkatkan daya/kemampuan berpikir kritis para siswa. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>