Uang adalah Tuhan! Lho Kok Bisa?

Jangan protes dulu! Postingan kali ini memang sedikit berbeda atau lari dari konten utama Guru Kelas. Mungkin tujuannya untuk mengurangi kejenuhan penulisan konten yang melulu tentang pendidikan, haha. Sesekali perlu juga menyampaikan sesuatu yang bukan merupakan opini penulis terdahulu.

Bukan tanpa alasan kalau Guru Kelas menyimpulkan bahwa uang (gaji) adalah tuhan. Bahkan untuk kasus tertentu ada yang menjadikan uang adalah tuhan pertama mereka! Tulisan ini terinspirasi dari sebuah lagu lama yang berjudul “uang”.

Banyak peristiwa yang terjadi disekitar kita jika kurang berhati-hati akan tersesat dan mencerminkan tindakan menjadikan uang sebagai tuhan, simak contohnya:

  1. Baru-baru ini banyak guru yang PNS menerima gaji (tuhan) ketiga belasnya. Tak terkecuali Guru Kelas, di hati kami muncul rasa gembira dan senang. Dengan penghasilan yang selama ini terbatas, belum lagi banyaknya potongan yang diambil dari gaji (tuhan) untuk membayar hutang di sana-sini maka kehadiran gaji (tuhan) ketiga belas sedikit banyak mampu meredakan keterdesakan finansial untuk sementara waktu. Intinya, kehadiran gaji (tuhan) ketiga belas mampu mengembirakan hati seseorang .
  2. Pedagang asongan yang membawa kemanapun barang dagangannya agar bertemu dengan pembeli akan merasa gembira jika telah mendapatkan uang (tuhan) hasil dari transaksinya. Apa lagi kalau semua barang dagangannya habis terjual, wah gak tahu lagi bagaimana perasaan pedagang tersebut saat itu. Tapi jika pada hari itu pedagang tersebut tidak mendapatkan uang (tuhan) tentu hatinya akan “galau”. Apa yang akan diberikan kepada anak istrinya yang seharian menunggunya dengan harapan suami/ayahnya mendapatkan uang (tuhan) yang banyak? Jalan satu-satunya mungkin pinjam uang (tuhan) dulu dari tetangga untuk melepasi keperluan pada hari itu.
  3. Seorang wanita muda yang cantik jelita dan masih berstatus pelajar, ada yang rela menjual murah dirinya demi uang (tuhan). Wanita itu ingin kehidupan yang mewah dan serba gemerlap tetapi orang tua dan pacarnya tidak bisa untuk memenuhi keinginannya itu. Maklum tidak memiliki uang (tuhan) yang cukup, terpaksalah menjual diri untuk mendapatkan uang (tuhan) yang lebih agar impiannya bisa terwujud.
  4. Pejabat negara dan politisi cerdik pandai banyak yang rela menyandang gelar koruptor dalam upayanya mendekatkan diri pada uang (tuhan). Gak perduli nama baiknya akan hancur dan badan terpenjara, mereka selalu berusaha mengakali dan mencuri uang (tuhan) milik rakyat.
  5. Pengemis dan fakir miskin terpaksa makan apa adanya. Makan gak perlu yang bergizi-gizian yang penting perut terganjal. Makan dari sisa orang lainpun tak apa. Maklum mereka gak punya uang (tuhan). Meskipun mereka menyadari dengan uang (tuhan) dapat mendapatkan apa saja termasuk kedudukan yang tinggi di sisi manusia, tapi mereka juga lebih menyadari keterbatasan mereka untuk mendapatkan uang (tuhan).
  6. Ada seorang tauke sawit (pemborong/pembeli buah sawit) yang sudah tergolong kaya dan memiliki banyak simpanan uang (tuhan) tetapi masih terus “ngoyo” bekerja siang dan malam. Tujuannya apa? Paling-paling mengumpulkan lebih banyak lagi uang (tuhan) agar bisa merasa nyaman dan aman.
  7. Anda dan Guru Kelas sendiri bisa OL karena kedekatan dengan uang (tuhan). Kalau gak ada uang (tuhan) jangan ceritalah, gimana mau internetan? Kalaupun gak punya komputer atau ngisi pulsa untuk modem karena keterbatasan diri dengan uang (tuhan), paling tidak internetan di warnet. Itupun harus menyisihkan sedikit uang (tuhan), ya kan?
  8. Coba kita hilangkan kata “uang” dari beberapa peristiwa di atas. Maka kesimpulannya adalah, orang akan berbuat apa saja (siang/malam) agar dekat dengan tuhan. Karena dengan semakin dekat dan banyak memiliki tuhan membuat mereka merasa aman, nyaman, tentram, gembira, dan apapun bisa dimilikinya. Sayangnya tuhan yang dimilikinya itu tidak ada akhirnya dan akan membuat manusia menjadi semakin rakus dan serakah.

Contoh di atas mungkin masih bisa digolongkan kepada orang yang menganggap uang adalah tuhan kedua. Bagaimana pula dengan golongan yang menganggap uang adalah tuhan pertamanya? Itulah manusia yang menganggap uang adalah segala-galanya. Dengan uang dia punya kedudukan, harta simpanan, wanita simpanan, pria simpanan, dan dengan uang pula dia mendapatkan segalanya. Jika suatu saat dia kepingin ke bulanpun maka dengan uang dia bisa menunaikannya. Orang seperti ini biasanya sudah lupa dengan Tuhan sebenarnya Yang Maha Kuasa, Pengasih, dan Penyayang.
Semoga tidak bermanfaat!

2 thoughts on “Uang adalah Tuhan! Lho Kok Bisa?”

  1. Postingan ini cukup bisa membuat kontroversi pakbro hehehehe….

    Saya belum berani menyebut Uang = Tuhan. Hanya saja memang karena uang, orang bisa melupakan ibadah kepada Tuahnnya. Karena terpaksa atau tidak, kita sering melihat pada saat waktu ibadah, banyak orang yg masih berada di jalan karena baru berangkat/pulang kerja mencari uang. Dan para pedagang juga ada yg tidak bisa meninggalkan dagangannya saat jam ibadah karena sibuk melayani pembeli atau takut kalau dagangnnya ilang. Apakah ini kesengajaan atau keterpaksaan…. hanya org itu dan Tuhan saja yg tahu

    1. Judulnya saja yang konroversi MasBro Arie. Isinya kan gak gitu…
      Sekedar cerita dikit tentang manusia yang “menuhankan” uang. Terima kasih dah singgah ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *