Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi pada Kegiatan Inti Pembelajaran

Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,  menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik

Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.

A. Kegiatan  Eksplorasi
Dalam KBBI, Eksplorasi diartikan sebagai:

  1. Penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak (tentang keadaan), terutama sumber-sumber alam yang terdapat di tempat itu; penyelidikan; penjajakan:
  2. Kegiatan untuk memperoleh pengalaman baru dari situasi yang baru;
  3. Penyelidikan dan penjajakan daerah yangg diperkirakan mengandung mineral berharga dengan jalan survei geologi, survei geofisika, atau pengeboran untuk menemukan deposit dan mengetahui luas wilayahnya;

Terkait dengan proses pembelajaran, kegiatan eksplorasi adalah kegiatan yang dilakukan siswa/peserta didik guna mendapatkan pengalaman baru di bawah bimbingan guru.

Dalam kegiatan eksplorasi, guru melakukan kegiatan berikut:

  1. Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema Materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prin­sip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
  2. Menggunakan beragam pendekatan pembela­jaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
  3. Memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
  4. Melibatkan peserta didik secara aktif dalam se­tiap kegiatan pembelajaran; dan
  5. Memfasilitasi peserta didik melakukan per­cobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

Berbagai pilihan kegiatan eksplorasi yang lain:

  • Membaca tentang
  • Mendengar tentang
  • Berdiskusi tentang
  • Mengamati model (teks/ karya)
  • Mengamati demonstrasi
  • Mengamati simulasi kasus
  • Mengamati 2 perbandingan (yang salah dan yang benar)
  • Mencoba melakukan kegiatan trtentu
  • Membaca kasus (bedah kasus)
  • Talk show
  • Berwawancara dengan sumber tertentu  (menggali informasi)
  • Observasi terhadap lingkungan
  • Mencoba melakukan kompetensi dengan kemampuan awalnya
  • Mencoba bereksperimen
  • Bernyanyi  (berkaitan dengan konsep yang akan dibahas)
  • Bermain (berkaitan dengan konsep yang akan dibahas)

B. Kegiatan Elaborasi
Kegiatan elaborasi pada proses pembelajaran adalah kegiatan siswa/peserta didik dalam menyelesaikan tugas-tugas untuk menguasai suatu kompetensi secara tekun dan cermat di bawah bimbingan guru.

Dalam kegiatan elaborasi, guru melakukan hal-hal berikut.

  1. membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
  2. memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memuncul­kan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
  3. memberi kesempatan untuk berpikir, menga­nalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
  4. memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
  5. memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
  6. memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
  7. memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
  8. memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
  9. memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa per­caya diri peserta didik.

Berbagai pilihan kegiatan elaborasi lainnya:

  • Diskusi/ mandiri
  • Mengidentifikasi ciri
  • Menemukan konsep
  • Melakukan generalisasi
  • Mencari bagian-bagian
  • Mendeskripsikan persamaan dan perbedaan
  • Memasukkan dalam kelompok yang mana (memilah-milah)
  • Membandingkan dengan dunia nyata atau pengetahuan yang telah dimiliki (analisis beda dan persamaannya)
  • Menganalisis mengapa terjadi begini/begitu dari hasil eksperimen/demonstrasi
  • Meramalkan apa yang akan terjadi dari eksperimen
  • Mengidentifikasi  mana yang beda/sama dengan model bandingkan/kriteria dan mana yang lebih baik
  • Mengidentifikasi apa yang salah/benar, mengapa salah/benar
  • Mengurutkan
  • Mengelompokkan
  • Mengkombinasikan
  • Menyusun mana yang berhubungan dan mana yang tidak
  • Menghubung-hubungkan (mencari model hubungan)
  • Memasangkan contoh dan bukan contoh (memanfaatkan model bandingan untuk elaborasi)

C. Kegiatan Konfirmasi
Kegiatan konfirmasi dalam pembelajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru bersama-sama dengan siswa dalam rangka penegasan, pengesahan, atau pembenaran hasil eksplorasi dan elaborasi.

Dalam kegiatan konfirmasi, guru melakukan kegiatan-kegiatan berikut.

  1. memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
  2. memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplo­rasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
  3. memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
  4. memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar;
  5. berfungsi sebagai narasumber dan fasilita­tor dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan be­nar;
  6. membantu menyelesaikan masalah;
  7. memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
  8. memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
  9. memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

Berbagai pilihan kegiatan konfirmasi lainnya:

  • Penyimpulan
  • Memberikan balikan apa yang dikerjakan siswa
  • Penjelasan mengapa salah
  • Penjelasan mana yang benar dan yang salah
  • Meluruskan yang salah
  • Menegaskan yang benar
  • Melanjutkan/menambahkan yang kurang
  • Mengangkat kasus yang salah dan yang benar  – menjelaskan mengapa salah/benar
  • Menyimpulkan konsep, kriteria , prinsip, cara mencapai yang lebih baik, contoh dan bukan contoh
  • Memperluas contoh yang benar dan yang salah
  • Menjelaskan bagaimana seharusnya
  • Menciptakan rubrik
Sumber: Permendiknas RI No. 41 tahun 2007

6 thoughts on “Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi pada Kegiatan Inti Pembelajaran”

  1. saya ingin bertanya terkait elaborasi permasalahan berbeda yang terjadi dlam pembelajaran ips smp di pedesaan dan di perkotaan terkait dengan pemggunaan media pembelajran, nah apa yang menjadi penyebab masalah tersebut dan bagaimana mengatasi permasalahn tersebut terkait sekolah, guru, dan siswa nya? terimakasih

  2. EEK ini mksdnya langkh yg d lakukan guru dlm pembeljrn inti ya, pak? Trs, apakah ada nama metode utk langkah ini? Atau ini langkh yg dpt d terapkn pada bbrp netode tertentu? Sy cba terapkn pd metode IBT, malah rancu (mnurut sy). Krn pd IBT, siswa yg d hrp utk bertnya, guru hny membimbing. Sdg pd tahap eksplorasi, sy mendpt kesat, guru yg mengarahkn siswa melalui pertanyaan terkait materi.
    Sy sgt bingung, krn pengetahuan sy ttg metode pembelajrn sgt terbatas. Sy jg jarang menemukn RPP yg d dmnya memuat metode dan merinciknnya dlm Prosedur Pmbelajrn (ada nemu d blig Pak Aguswurianto, sih, puji tuhan). Mohon pencerahan..

  3. Banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang saya dapat dari artikel yang anda buat, semoga dapat diterapkan dalam keseharian dan prilaku orang-orang yang membaca artikel anda.
    Terimakasi untuk infonya semoga bermanfaat untuk orang banyak. Salam anomtunggal.
    Mampir juga ke blog saya.

  4. pro dan kontra mekignuti kepetusan pemerintah untuk menaikkan standar kelulusan. Perbaikan dan peningkatan memang diperlukan, tp alangkah baiknya jika perbaikan dan peningkatan itu tidak hanya angka2 yang harus dikejar anak didik tapi juga berkompeten. alangkah baiknya sebelum tuntutan angka yg menakutkan bagi banyak kalangan itu ditetapkan, pemerintah berusaha melihat situasi dan kondisi pendidikan di Indonesia, salah satunya masalah anggaran pendidikan,sarana prasarana,dan kompetensi pendidik. tidak cukup ijasah yg sesuai tp juga kemampuannya scr nyata dalam mendidik.

  5. oke banget infomasinya, menjadikan saya lebih memahami eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi dalam PBM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>