Komponen-komponen Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan

Postingan kali ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya (keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan) yang akan membahas tentang komponen-komponennya. Komponen keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu komponen yang berkaitan dengan orang dan tugas. Dan seterusnya dikelompokkan pula menjadi 4 komponen dasar.

Hampir semua ahli pendidikan, sebut saja Wardani dan Julaeha (2007:8.56), Conny Semiawan, dkk (1992:98), Soetomo (1993:123), sepakat bahwa komponen keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan dikelompokkan menjadi 4 bagian. Perbedaannya hanya sedikit saja dan tidak mendasar, yaitu cara menciptakan (menampilkan) komponen tersebut. Keempat kelompok komponen keterampilan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Keterampilan Mengadakan Pendekatan secara Pribadi
Syarat dalam pembelajaran kelompok kecil dan perorangan adalah terjadinya hubungan yang sehat dan akrab antara guru-siswa, siswa-siswa. Situasi ini bisa tercipta jika guru mengadakan pendekatan secara pribadi. Pendekatan secara pribadi dapat ditampilkan dengan cara :

  • Menunjukkan kehangatan dan kepekaan terhadap kebutuhan dan perilaku siswa, baik dalam kelompok kecil maupun perorangan.
  • Mendengarkan dengan penuh rasa simpati gagasan yang dikemukakan siswa.
  • Merespon secara positif pendapat/gagasan yang dikemukakan oleh siswa.
  • Membangun hubungan berdasarkan rasa saling mempercayai.
  • Menunjukkan kesiapan untuk membantu tanpa mendominasi/mengambil alih tugas siswa.
  • Menunjukkan kesediaan untuk menerima perasaan siswa dengan penuh pengertian.
  • Berusaha mengendalikan situasi hingga siswa merasa aman, penuh pemahaman, merasa dibantu, serta merasa menemukan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi.

2. keterampilan Mengorganisasikan Kegiatan Pembelajaran
Dalam mengajar kelompok kecil dan perorangan, salah satu peran guru adalah sebagai organisator kegiatan pembelajaran. Agar guru dapat mengorganisator kegiatan dengan baik, langkah yang dapat ditempuh oleh guru adalah:

  • Memberikan orientasi umum tentang tujuan, tugas/masalah yang akan dipecahkan sebelum dikerjakan oleh siswa.
  • Memvariasikan kegiatan yang mencakup penetapan/penyediaan ruangan kerja, peralatan, cara kerja, langkah pengerjaan, dan alokasi waktu kegiatan.
  • Membentuk kelompok yang tepat dalam jumlah, tingkat kemampuan, dan lain-lain.
  • Mengkoordinasikan kegiatan.
  • Membagi-bagi perhatian pada berbagai tugas dan kebutuhan siswa.
  • Mengakhiri kegiatan dengan suatu kulminasi yang dapat berupa laporan hasil yang dicapai siswa

3. Keterampilan Membimbing dan Memberi Kemudahan Belajar
Dalam mengajar kelompok kecil dan perorangan, guru diharapkan dapat membantu siswa agar dapat menyelesaikan tugasnya tanpa mengalami frustasi. Dalam hal ini guru harus menguasai keterampilan berikut.

  • Memberi penguatan secara tepat sehingga siswa terdorong untuk belajar dan merasa diperhatikan oleh guru.
  • Melaksanakan/mengembangkan supervisi proses awal sebagai sikap tanggap guru terhadap proses kerja siswa pada awal kegiatan.
  • Melaksanakan supervisi proses lanjut yang menekankan pemberian bantuan secara selektif agar kegiatan terarah sampai menjelang akhir kegiatan.
  • Melaksanakan supervisi pemaduan yang memusatkan perhatian pada kesiapan kelompok/perorangan untuk melakukan kegiatan akhir (misalnya merangkum atau memantapkan konsep)

4. Keterampilan Merancangkan dan Melaksanakan Kegiatan Pembelajaran
Tugas utama guru dalam mengajar kelompok kecil dan perorangan adalah membantu siswa baik secara kelompok maupun secara perorangan agar dapat melakukan tugas dengan baik. Agar dapat melakukan tugas ini, guru harus menguasai keterampilan yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum di tingkat kelas (merencanakan dan melaksanakan pembelajaran). Tentu saja ketiga keterampilan yang diuraikan sebelumnya sudah dikuasai juga. Keterampilan merencanakan dan melaksanakan pembelajaran adalah sebagai berikut.

  • Membantu siswa menerapkan tujuan pelajaran hingga siswa berkeinginan mencapainya.
  • Merancang kegiatan belajar.
  • Bertindak dan berperan sebagai penasehat siswa jika diperlukan.
  • Membantu siswa menilai pencapaian dan kemajuannya sendiri.

Dalam kegiatan pembelajaran, masing-masing komponen keterampilan memiliki peran tersendiri dan dengan tekanan pada penerapan yang berbeda. Keterampilan kelompok kecil dan perorangan merupakan keterampilan dasar mengajar yang paling kompleks yang mempersyaratkan penguasaan terhadap tujuh keterampilan dasar mengajar yang lain.

2 thoughts on “Komponen-komponen Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>