Penerapan Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan

Sebelum menerapkan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan, guru harus terlebih dahulu memahami pentingnya menguasai keterampilan ini. Ada beberapa poin yang harus dipahami guru terkait pentingnya penguasaan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan, yaitu:

  1. Siswa memiliki kemampuan dan cara belajar yang berbeda. Dalam pengajaran klasikal, guru memperlakukan siswa dengan cara yang sama, sehingga perbedaan kemampuan, dan cara belajar siswa hampir tidak mendapat perhatian. Pengajaran kelompok kecil dan perorangan merupakan alternatif pilihan terbaik untuk menutupi kebutuhan itu. Begitupun pengajaran secara klasikal tetap perlu dilakukan agar siswa menyadari bahwa tidak semua kebutuhannya dapat dipenuhi.
  2. Pengajaran kelompok kecil dan perorangan memungkinkan terjadinya hubungan yang lebih akrab dan sehat antara guru-siswa, dan siswa-siswa. Guru dapat memberikan perhatian yang cukup pada siswa yang memerlukannya. Hal ini akan membuat siswa merasa lebih percaya diri untuk belajar.
  3. Ada kalanya siswa lebih mudah belajar dengan cara mengajar temannya atau dengan cara belajar bersama temannya seperti mengerjakan tugas bersama dan saling bertukar gagasan. Pengajaran kelompok kecil dan perorangan memungkinkan hal demikian terjadi.
  4. Kegiatan kelompok kecil memungkinkan siswa terlibat lebih aktif dalam belajar, terciptanya kebiasaan bekerjasama, tenggang rasa dan saling menghargai. Sifat kepemimpinannya juga dapat berkembang karena bekerja dalam kelompok memerlukan seseorang sebagai pemimpin kelompok.
  5. Kegiatan individual atau perorangan memungkinkan siswa memiliki rasa tanggung jawab belajar yang lebih besar dan dapat belajar sesuai dengan kebutuhannya sendiri.

Setelah memahami pentingnya penguasaan keterampilan membimbing kelompok kecil dan perorangan, kini saatnya guru menerapkan keterampilan tersebut. Dalam menerapkan keterampilan ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar mengajar kelompok kecil dan perorangan dapat digunakan secara efektif. Wardani dan Julaeha (2007:8.63) mengemukakan setidaknya terdapat 6 hal yang harus diperhatikan guru dalam menerapkan keterampilan ini. Keenam hal tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Bagi guru yang terbiasa dengan pengajaran klasikal, sebaiknya mulai dengan pengajaran kelompok kecil, kemudian perorangan. Sedangkan bagi guru yang belum memiliki pengalaman mengajar sebaiknya mulai dengan pengajaran perorangan, kemudian bertahap ke pengajaran kelompok kecil.
  2. Topik-topik dan hal-hal yang bersifat umum diberikan secara klasikal, sedangkan pembahasannya dilakukan dalam kelompok kecil atau perorangan.
  3. Melakukan pengorganosasian siswa, sumber, materi, ruangan, waktu yang diperlukan sebelum memulai pengajaran kelompok kecil atau perorangan.
  4. Kegiatan kelompok kecil/perorangan yang efektif selalu diakhiri dengan kulminasi berupa rangkuman, laporan atau pemantapan, yang memberikan kesempatan bagi sisa untuk saling belajar.
  5. Guru perlu mengenal siswa secara pribadi agar pengajaran perorangan berlangsung efektif sehingga kondisi belajar dapat diatur dengan tepat.
  6. Kegiatan peorangan dapat bervariasi, misalnya belajar dengan bahan siap pakai, belajar sendiri dengan jadwal harian yang disiapkan sendiri atau bisa bergabung dalam kelompok kecil.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut diharapkan kegiatan yang dilakukan akan benar-benar menjadi efektif dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

One thought on “Penerapan Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *