Metode Bola Salju (Snow Balling)

Terus terang untuk beberapa alasan, teknik bola salju (snow balling) ini jarang sekali Saya praktekkan. Apa yang Saya tuliskan berikut ini merupakan intisari dari metode bola salju (snow balling) yang didapatkan dari berbagai sumber, diantaranya dari tutor LPMP Medan dan dari Bapak Sunarto, S.Pd., M.Pd (Pasilitator Idola-Yogyakarta).

Sebenarnya, teknik mengajar dengan “bola salju (snow balling)” kurang tepat dikatakan sebagai metode. Lebih tepat jika dikategorikan sebagai strategi karena di dalam pelaksanaan bola salju terdapat metode tugas, tanya jawab, dan metode diskusi. Mungkin karena sudah terlanjur popular dengan sebutan metode, maka istilah strategi untuk bola salju (snow balling) jadi kurang pas.

Metode ini dinamakan metode bola salju (snow balling) karena dalam pelaksanaannya siswa melakukan tugas individu kemudian diteruskan dengan berpasangan. Pasangan itu menyelesaikan tugas secara bersama. Setelah itu pasangan yang terdiri dari dua siswa tadi mencari pasangan yang lain sehingga semakin lama anggota kelompok semakin banyak dan besar seperti bola salju yang menggelinding.

Metode pembelajaran dengan teknik bola salju (snow balling) ini sangat efektif untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa. Kegiatan pembelajaran dengan metode ini bertujuan untuk mendapatkan jawaban dari hasil kerja siswa secara bertahap dan bertingkat. Dimulai dari kelompok kecil yang terdiri dari dua siswa kemudian berangsur-angsur menjadi kelompok yang lebih besar sehingga pada akhirnya akan memunculkan dua atau tiga jawaban yang telah disepakati oleh siswa secara kelompok.

Dalam pelaksanaannya metode bola salju (snow balling) bisa diawali dengan penjelasan jika yang akan dibahas merupakan materi baru  kemudian diberikan problem solving untuk di bahas oleh siswa. Dan tidak perlu diawali dengan penjelasan materi, jika masalah yang dipelajari bukanlah materi baru.

Langkah-langkah metode bola salju (snow balling):

  1. Menginformasikan topik materi yang akan dibahas.
  2. Meminta siswa untuk menjawab permasalahan secara berpasangan.
  3. Setelah siswa yang bekerja berpasangan tadi mendapatkan jawaban, pasangan tadi digabung dengan pasangan lain sehingga terbentuk kelompok baru yang beranggotakan 4 orang.
  4. Kelompok baru ini bersama-sama mengerjakan tugas sebagaimana yang dilakukan kelompok 2 orang. Dalam kegiatan ini mereka bisa membandingkan jawaban kelompok 2 orang dengan kelompok 2 orang lainnya dan jawaban harus disepakati oleh semua anggota kelompok yang baru.
  5. Setelah kelompok 4 orang ini selesai mengerjakan tugas, mereka digabung lagi dengan kelompok 4 orang lainnya. Sekarang setiap kelompok baru beranggotakan 8 orang.
  6. Yang dikerjakan oleh kelompok baru ini sama dengan tugas pada langkah ke-4. Untuk membentuk kelompok yang lebih besar tentunya harus disesuaikan dengan jumlah siswa dan waktu yang tersedia.
  7. Langkah selanjutnya, masing-masing kelompok diminta untuk menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas.
  8. Guru membandingkan hasil dari masing-masing kerja kelompok kemudian memberikan tanggapan yang dianggap perlu.

Prasyarat untuk mengoptimalkan pelaksanaan metode bola salju (snow balling) yaitu:
1. Kemampuan guru

  • Mampu membimbing siswa saat berlangungnya pembelajaran
  • Menguasai konsep yang dijadikan permasalahan
  • Mampu mengelola kelas
  • Mampu memberi penilaian secara proses

2. Kondisi dan kemampuan Siswa

  • Mampu bekerja dalam kelompok
  • Mampu melaksanakan tugas (pemecahan masalah)
  • Memiliki minat, perhatian, dan motivasi belajar
  • Memiliki sikap tekun, teliti, dan kerja keras

Keunggulan metode bola salju (snow balling):

  1. Meningkatkan motivasi belajar siswa
  2. Sangat efektif untuk meningkatkan keaktifan siswa
  3. Melatih kerja sama kelompok dalam berdiskusi
  4. Menumbuhkan rasa percaya diri siswa
  5. Praktis bukan pengajaran konvensional

Kelemahan metode bola salju (snow balling):

  1. Memerlukan persiapan yang matang
  2. Tidak sesuai dengan jumlah siswa yang banyak
  3. Memerlukan perhatian yang ektra ketat dari guru
  4. Memerlukan waktu yang relatif lama
  5. Kemungkinan didominasi oleh siswa yang berkemampuan cepat

5 thoughts on “Metode Bola Salju (Snow Balling)”

  1. Dulu waktu saya masih di sekolah rendah, semakin banyak anggota kelompoknya semakin seru ngobrolnya :) Mungkin sekarang pak guru sudah punya tehnik tersendiri seperti tehnik bola salju, hee..heee. Thanks infonya pak guru..

  2. Saya mau membuat skripsi dengan menggunakan metode pembelajaran bola salju.
    Mohon kirimkan ke alamat e-mail saya referensi buku tentang metode tersebut.
    Terimakasih.

  3. Sangat bermanfaat pak sebagai referensi metode atau strategi pembelajaran yang bisa diterapkan di kelas :)
    Baca “Snow Balling” jadi ingat salah satu teknik sampling dalam penelitian dengan nama dan fungsi dasarnya yang sama yaitu sesuatu (informasi, kelompok, dll) dari yang semula kecil menjadi semakin besar dan meluas seperti bola salju yang menggelinding…

    salam,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>