Tag Archives: metode mengajar

Metode Mengajar Sesama Teman (Peer Teaching Methods)

Ada saatnya seorang guru mengalami kebuntuan dalam memilih metode yang efektif untuk diterapkan pada proses pembelajaran dalam rangka mencapai kompetensi yang diharapkan dikuasai oleh siswa. Walaupun metode pembelajaran beragam, menentukan metode mana yang paling sesuai untuk diterapkan bukanlah pekerjaan yang gampang. Disinilah sebenarnya seorang guru dituntut keprofesionalannya sebagai pendidik, pembimbing, dan pengajar.

Pada umumnya siswa akan sangat tertarik dengan hal-hal yang baru. Atas dasar inilah seorang guru harus jeli dalam memilih metode pembelajaran agar siswa tetap termotivasi dan antusias untuk belajar. Metode mengajar sesama teman (peer teaching methods) bisa dijadikan pilihan untuk memenuhi hal itu. Hanya saja jangan terlalu sering diterapkan karena kesannya, pembelajaran akan monoton dan akhirnya membosankan siswa.

Metode peer teaching adalah teknik menyampaikan materi ajar melalui rekan atau bantuan teman sendiri. Mulai dari pembahasan materi sampai penilaian juga dilakukan dari dan oleh siswa dalam kelompok itu sendiri (self-assessment dan peer assessment). Sedangkan untuk nilai akhirnya adalah penggabungan antara penilaian oleh guru dan teman sebaya. Dari defenisi tersebut, guru harus mampu memodifikasi metode peer teaching agar sesuai diterapkan untuk siswa SD (kelas tinggi) terutama pada bagian assessment-nya. Continue reading

Metode Bola Salju (Snow Balling)

Terus terang untuk beberapa alasan, teknik bola salju (snow balling) ini jarang sekali Saya praktekkan. Apa yang Saya tuliskan berikut ini merupakan intisari dari metode bola salju (snow balling) yang didapatkan dari berbagai sumber, diantaranya dari tutor LPMP Medan dan dari Bapak Sunarto, S.Pd., M.Pd (Pasilitator Idola-Yogyakarta).

Sebenarnya, teknik mengajar dengan “bola salju (snow balling)” kurang tepat dikatakan sebagai metode. Lebih tepat jika dikategorikan sebagai strategi karena di dalam pelaksanaan bola salju terdapat metode tugas, tanya jawab, dan metode diskusi. Mungkin karena sudah terlanjur popular dengan sebutan metode, maka istilah strategi untuk bola salju (snow balling) jadi kurang pas.
Continue reading

Metode Ekspositori

Metode ekspositori disebut juga dengan istilah strategi pembelajaran langsung (direct instruction) yang lebih menekankan pada proses bertutur sehingga sering disebut juga dengan istilah metode chalk and talk. Secara singkat, Metode ekspositori adalah teknik menyampaikan gagasan atau ide dalam memberikan informasi dengan lisan atau tulisan.

Ada beberapa defenisi tentang metode ekspositori yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya sebagai berikut.
Dimyati dan Mudjiono (1999:172) mengatakan, metode ekspositori adalah pemindahan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kepada siswa.

Dalam metode ini guru berperan penting dalam:

  • Menyusun program pembelajaran
  • Memberi informasi yang benar
  • Pemberi fasilitas yang baik
  • Pembimbing siswa dalam perolehan informasi yang benar
  • Penilai prolehan informasi. Continue reading

Cooperative Learning dengan Teknik Jigsaw (Metode Jigsaw)

Pengertian
Metode jigsaw adalah suatu teknik pembelajaran model kooperatif yang memiliki kesamaan dengan “pertukaran antar kelompok” tetapi menuntut tanggung jawab besar dari siswa dalam pembelajaran.

Arends (1997) mengemukakan pengertian metode jigsaw secara rinci seperti berikut.
Model pembelajaran kooperatif teknik jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang secara heterogen, bekerjasama dan saling ketergantungan yang positif serta bertanggung jawab terhadap ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari/dikuasai kemudian menyampaikan materi yang telah dikuasainya tersebut kepada kelompok yang lain.

Tujuan Metode Jigsaw
Metode yang dikembangkan oleh Elliot Aronson dkk dari Universitas Texas yang kemudian diadaptasi oleh Slavin dkk ini mempunyai tujuan: Continue reading

Metode Latihan Keterampilan (Drill Methods)

Metode latihan keterampilan adalah metode mengajar dengan cara memberi latihan kepada siswa secara berulang dan mengajak siswa langsung ke tempat latihan keterampilan untuk melihat dan mengetahui bagaimana cara membuat, cara menggunakannya, apa manfaatnya, apa fungsinya dan sebagainya.

Metode yang terbilang sering digunakan guru terutama pada kelas khusus atau jika ada materi yang akan disampaikan melalui latihan berulang ini bertujuan agar siswa menguasai suatu keterampilan (kebiasaan dan pola) melalui latihan, oleh karena itu penggunaan metode ini menuntut perhatian yang serius dari guru terhadap aktivitas seluruh siswa. Keterampilan yang dimaksud bukan saja tentang fisik (motorik), tetapi menyangkut psikis (kecakapan mental). Continue reading